Published On: Fri, Jul 29th, 2016

Realisasi Pendapatan Pemprov Terjelek

790589b905467135df31d64b52dc38d0_XLRealisasi pendapatan Satuan Ke­rja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Ma­lu­ku tahun anggaran 2015, dinilai paling je­lek. Selain seluruh SKPD tidak mencapai tar­get, ada SKPD realisasi pendapatannya nol persen.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Maluku, Said Mudzakir Assagaff ke­pa­da Kabar Timur, kemarin usai memimpin ra­pat bersama pemerintah Provinsi Maluku, ter­kait Laporan Pertangungjawaban (LPJ) Gu­bernur Maluku tahun ang­garan 2015 lalu. “Boleh dikatakan LPJ Gubernur kali ini terkait im­plementasi tahun anggaran 2015 lalu,  menurut kita ini realisasi pa­ling jelek dari rancang kita sebe­lumnya,’’kata Assagaff.

Politisi PKS ini mencontohkan, realisasi Pendapatan Asli Daerah atau PAD. Kata dia, seluruh SKPD di Pemprov realisasi pendapatan tidak mencapai target. ‘’Itu baru pertama kali sepanjang lima tahun terakhir ini. Kali ini realisasi PAD tidak capai target. Paling tidak rea­lisasinya standar 90 persen. Na­mun, semua realisasi pendapatan di­bawah 90 persen,’’kesalnya.

Dia menegaskan, realisasi pen­dapatan SKPD yang tidak mencapai target akan menjadi catatan khusus dewan kedepan untuk pembahasan APBD perubahan 2016. ‘’Hampir seluruh item pendapatan seperti re­tribusi dan  pengelolaan aset daerah seluruhnya mengalami penurunan. Semuanya tidak mencapai tar­get,’’ terangnya.

Bahkan, kesal dia, beberapa SKPD yang dibebankan sesuai pe­ra­turan daerah dan peraturan Gu­ber­nur sebagai SKPD penghasil pen­dapatan, realisasinya menge­cewakan.’’Bahkan ada yang rea­lisasinya 0 persen. Itu yang kita sa­yangkan dan tadi kita diskusikan. Ke­depan akan kita berikan atensi serius terhadap situasi ini terutama un­tuk SKPD yang mencapai  tar­get,’’ tandasnya.

Wakil rakyat asal daerah pe­milihan Kota Ambon ini justeru mem­bandingkan realisasi pen­dapatan di sejumlah provinsi yang  mencapai target pendapatan paling ting­gi. “Ada daerah yang mencapai target pendapatan sampai mendekati 100 persen seperti di Provinsi Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara,’’terangnya.

Lanjut dia,  kedepan pihaknya akan mendorong agar diberikan re­ward kepada SKPD yang men­capai target, sementara SKPD yang tidak mencapai target akan diberikan sanksi atau panismen. “Yang men­capai target mesti kita berikan aten­si. Nah, SKPD yang tidak capai target, apakah pengurangan PAGU atau rasionalisasi terhadap kegiatan,’’tegasnya.

Karenanya, lanjut dia, kinerja SKPD yang tidak maksimal akan men­jadi catatan khusus dewan da­lam pembahasan anggaran.’’ Nan­ti kita bicarakan. Kita ingin de­ngan pembelanjaran tahun ang­garan 2015 pencapaian tidak mak­­simal, kita harapkan APBD peru­bahan 2016 lebih detail dalam pen­dalaman sehingga alasan  bah­wa tidak mencapai target tidak bisa ter­ulang,’’sebutnya. (Kabartimur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>