Published On: Tue, Nov 14th, 2017

Rekomendasi Gubernur – PKB Usung Murad

Share This
Tags

Partai Kebangkitan Bangsa mengusung Komandan Korps Brimob Irjen Murad Ismail di Pilkada Maluku 2018.

Rekomendasi dari PKB membuat dukungan partai politik kepada mantan Ka­polda Maluku itu bertam­bah dari sebelumnya, PKPI, PAN, Nasdem dan Hanura.

Tambahan energi dari PKB yang memiliki 3 kursi di DPRD Maluku, membuat Murad saat ini mengan­tongi rekomendasi dari gabungan parpol yang memiliki 14 kursi di DPRD.

Sumber Siwalima di DPP PKB membenarkan sejak 30 Oktober lalu, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar telah menetapkan keputu­san untuk mengusung Jen­deral Murad di Pilkada Maluku.

Sumber yang enggan namanya dikorankan kepada Siwalima, Senin (13/11)mengaku rekomendasi duku­ngan kepada Murad sudah disiap­kan dan hanya menunggu waktu penyerahan saja.

“PKB juga mendukung Murad. Salinan rekomendasi sudah siap. Namun penyerahannya masih me­nunggu waktu yang tepat karena Murad juga lagi sibuk dengan rang­kaian kegiatan HUT ke-72 Korps Brimob yang dipusatkan di Ambon. Nanti setelah kesibukan HUT Bri­mob selesai, maka PKB akan menye­rahkan rekomendasi tersebut,” ungkap sumber itu.

Menyangkut nomor rekomendasi tersebut, sumber tersebut mengaku tak mengingatnya, namun sudah ditetapkan sejak 30 Oktober lalu.

Ia mengatakan, PKB mendukung Murad  karena hingga sebelumnya ia sudah mengantongi dukungan dari empat parpol. “Jenderal Murad sebelumnya sudah mengantongi dukungan dari empat parpol, se­mentara balon lainnya belum men­capai jumlah itu,” katanya.

Menurut sumber itu, sebelumnya memang PKB telah mengeluarkan surat tugas kepada pasangan Bar­nabas Orno dan Habiba Pelu. Surat tugas yang dikeluarkan Desk Pilkada Pusat PKB bernomor 094/Desk Pil­kada/Pusat/10/2017 tertanggal 22 Oktober 2017 yang ditandatangani Ketua Desk Pilkada Pusat PKB Daniel Johan.

Surat tugas tersebut diserahkan oleh Daniel Djohan kepada Ketua DPW PKB Basri Damis dan selan­jutnya diserahkan kepada pasangan Orno-Pelu.

“Desk Pilkada Pusat DPP PKB menyetujui dan merekomendasikan Orno sebagai calon gubernur dan Pelu sebagai calon wagub pada Pilkada Maluku tahun 2018. Namun keduanya juga ditugaskan bersama dengan DPW PKB melakukan komu­nikasi dengan partai politik lain guna melengkapi koalisi sebagaimana ketentuan untuk mendaftar di KPU. Keduanya diwajibkan melaporkan hasil komunikasi kepada DPP PKB selambat-lambatnya tujuh hari se­telah diterimanya surat tugas dimak­sud,” ungkapnya.

Kendati demikian, hingga batas waktu pada 29 Oktober lalu, Orno-Pelu tidak dapat memenuhi keten­tuan untuk mendaftar serta diterbit­kannya surat keputusan DPP PKB tentang Penetapan Calon Gubernur dan Wagub Maluku tahun 2018.

“Akibat Orno-Pelu tidak menda­pat kepastian rekomendasi dari parpol lain, maka PKB beralih ke Mu­rad yang memang sebelumnya su­dah mengantongi rekomendasi dari empat parpol. PKB jadi parpol kelima,” jelas sumber tersebut.

Sementara itu, Ketua Desk Pilkada DPP PKB Daniel Djohan yang dikonfirmasi Siwalima tadi malam, tak mengaktifkan telepon selulernya. Pesan singkat yang dikirimkan Siwalima juga tak dibalasnya hingga berita ini naik cetak.

PDIP Tertarik

Menanjaknya tingkat popularitas Murad dari berdasarkan beberapa hasil survei, diperkirakan menjadi fak­tor kenapa kini ia menguat di PDIP guna memperoleh rekomendasi.

Ditambah lagi, kehadirannya mem­berikan nuansa tersendiri. Dampak kehadiran Murad, sehingga kandidat lain bahkan petahana sekalipun kesulitan mendapatkan partai politik.

Akademisi Universitas Pattimura, Paulus Koritelu menjelaskan, keha­diran Murad di Pilkada Maluku, membuat dinamika persaingan un­tuk memperebutkan tiket partai semakin menarik untuk dicermati, sebab awalnya sang petahana yang terus sesumbar mengklaim akan di­dukung oleh banyak parpol, namun kenyataannya tidak demikian.

“Perebutan rekomendasi partai politik menjelang Pilkada Maluku memang sangat menarik jika dicer­mati. Sebab sedari awal, petahana sangat percaya diri jika ia akan mampu memperoleh rekomendasi dari banyak partai, tetapi kenya­taannya tidak seperti yang diba­yangkan,” kata Koritelu kepada Siwalima, Senin (13/11).

Hal ini tentu didasari pada keha­diran Murad yang cukup kuat de­ngan beberapa hasil survey yang membuktikan jika tingkat popu­laritasnya terus menanjak. Tentu, dari faktor inilah sehingga Murad bisa memperoleh rekomendasi partai politik yang sebelumnya diperkira­kan akan jatuh ke tangan petahana

Menariknya, kata Koritelu, kini PDIP mulai menanggapi situasi ter­sebut terutama ditingkat DPP, sebab tidak bisa dipungkiri bahwa kedekatan Megawati dengan pihak Polri sejak dulu bisa menjadi salah satu faktor Murad bisa berpeluang direko­men­dasi partai berlambang banteng itu.

“Kalau disimak dengan saksama, Murad merupakan sosok yang tegas dan berkomitmen. Dengan visi dan misinya kalau diwujudkan, tentu akan sangat baik. terutama untuk mewujudkan birokrasi yang bersih dilingkup pemerintahan,” katanya.

Ditambah lagi, ia memiliki prestasi yang cukup gemilang di tubuh Polri. Pasalnya, sejak menjadi Kapolda Maluku dan juga merupakan putra daerah, tentu MI sudah banyak memberikan perubahan bagi Ma­luku, khususnya dibidang keamanan bersama TNI.

“Sosok yang tegas inilah yang memang mungkin dari penilaian masyarakat baik untuk pemimpin Maluku kedepan,” jelasnya.

Kader PDIP

Menurut Koritelu, jika MI direko­mendasi oleh PDIP, maka pastinya jenderal bintang dua itu harus me­nggandeng salah satu kader PDIP sebagai balon wagub. PDIP memiliki banyak kader untuk bisa menjadi pilihan Murad.

“Soal calon siapa yang akan ber­peluang untuk disandingkan de­ngan MI, maka PDIP punya banyak kader. Karena ada Edwin Huwae, Barnabas Orno, Lucky Wattimury hingga Mercy Barends,” jelasnya.

Koritelu memprediksikan, figur kader PDIP Mercy Barends yang paling potensial untuk disandingkan dengan MI, karena anggota DPR RI itu diperkirakan menetralisir kemungkinan jika terjadi perpecahan ditubuh PDIP.

“Disamping Edwin, Orno dan figur kader lainnya, tapi saya melihat yang paling potensial itu Mercy Ba­rends,” ungkapnya.

Kendati PDIP masih menyimpan nama balon gubernur, namun se­jumlah kalangan memprediksiMurad berpeluang besar menggenggam rekomendasi PDIP.

Kendati bukan sebagai kader PDIP, namun Murad punya kans besar mendapat rekomendasi dari partai berlambang banteng itu. Tentunya Murad harus me­nggandeng kader PDIP.

PDIP memiliki skenario yaitu mengusung sesama kader, me­ngusung kader internal sebagai kan­didat gubernur dengan berpasa­ngan dengan kader eksternal, dan mengusung ka­der ekster­nal, tetapi menawarkan ka­der internal sebagai wagub. PDIP sendiri akan mengumum-kan pasangan calon gubernur dan wagub dalam waktu dekat ini. (Siwalima)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

- BALAGU.COM