Published On: Wed, Dec 13th, 2017

Rencana Rombongan Walikota ke Belanda Dikecam

Share This
Tags

Rencana Walikota Ambon,  Richard Louhenapessy bersama rombongan ke Belanda, Sabtu (16/12) dikecam.

Rombongan yang terdiri dari Walikota, Wakil Walikota Syarief Hadler, Sekot AG Latuheru, se­jumlah pimpinan SKPD terkait, Ketua DPRD James Maatita dan seluruh pimpinan fraksi di­jadwalkan akan bertolak ke Belanda, Sabtu (16/12).

Mereka dikabarkan akan berada di Belanda selama se­minggu dengan tujuan mem­bicarakan masalah air bersih di Kota Rotterdam. Kunjungan ini juga merupakan tindak lanjut dari pertemuan Forum Maluku di Rotterdam Belanda yang diatur oleh Kedubes Indonesia di Belan­da.

Praktisi Hukum, Hendrik Lusikoy mengecam rencana Walikota bersama rombongan yang hendak melakukan perjalanan ke Belanda, karena tidak efektif dan terkesan menghambur-hamburkan uang.

“Masalah air bersih bukanlah masalah urgen yang sementara dialami oleh warga Kota Ambon, masih banyak masalah sosial ke­masyarakatan yang belum mampu diselesaikan oleh Pemerintah Kota Ambon. Ini terkesan menghambur-hamburkan uang dan sangat tidak efektif, kami sangat menge­cam­nya,” tandas Lusikoy, kepada Siwa­lima, di Ambon, Selasa (12/12).

Ia meminta agar walikota segera mengurungkan niatnya untuk jalan-jalan ke Belanda, apalagi dengan jumlah rombongan yang begitu banyak, tentu akan menghabiskan banyak anggaran.

“Kota Ambon hingga kini masih mengalami defisit. Jika walikota tetap melakukan perjalanan bersama rombongan ke Belanda maka saya sangat yakin dia awal tahun 2018, kas Pemkot akan kosong dan tentunya hutang akan semakin bertambah,” tegasnya.

Fraksi Demokrat dan Gerindra DPRD Kota Ambon menolak untuk turut serta dalam rombongan kun­jungan Walikota Richard Louhena­pessy ke Belanda.Kendati demi­kian, ada sejumlah fraksi yang mendukung kunjungan tersebut.

Ketua Fraksi Golkar Marcus Pattiapon mengatakan, kunjungan tersebut untuk membicarakan terkait dengan MoU antar pemkot dengan Pemerintah Belanda yang salah satunya tentang dana hibah air bersih serta sampah.

“Ada sejumlah agenda dari pemkot yang menurut hemat Fraksi Golkar ini penting untuk dikomu­nikasikan bersama DPRD salah satunya itu ada MoU dengan salah satu Perusahaan di Belanda yang mau bekerjasama untuk memba­ngun Kota Ambon oleh karena itu dalam pandangan kita itu sangat strategis sekali karena berman­faat bagi masyarakat terkait dengan kunjungan DPRD bersama pemkot,” kata Pattiapon kepada Siwalima melalui telepon seluler, Selasa (12/12).

Menurut Pattiapon nantinya se­lama kunjungan ke Belanda bersama pemkot, tidak ada waktu kosong, karena kunjungan tersebut akan dilakukan pembahasan secara serius dan detail bersama pihak Belanda yang diaman dinilai sangat sangat bermanfaat.

“Nanti selama di Belanda tidak ada waktu kosong. Kunjungan akan berlangsung selama 4 hari. Berangkat 16 Desember dan tiba di Belanda keesokan harinya. 18-19 Desember full pertemuandan 20 Desember kembali ke Indonesia,” ungkapnya.

Terkait siapa-siapa saja yang dilibatkan dalam rombongan pemkot, Pattipaon mengaku semua dinas yang terkait dengan masalah sampah dan air bersih akan turut dilibatkan.

Sementara itu Ketua Fraksi PDIP Jafry Taihuttu menambahkan DPRD dilibatkan karena ada program pemerintah dengan Belanda yang dimana kunjungan tersebut kita akan membicarakan terkait dengan masalah sampah dan dana hibah air bersih, mengingat Kota Ambon ada dalam krisis air ber­sih.

“Hasil kunju­ngan ini tentunya ada manfaat besar yang akan di dapat bagi kepentingan masyarakat Kota Ambon,” kata Taihuttu kepada Siwalima, Selasa (12/12).

Di termpat terpisah, Ketua Fraksi Nasdem Mourits Tamaela menga­takan, kunjungan tersebut sangat bermanfaat, karena ada masnfaat positif yang akan didapat oleh masyarakat Kota Ambon.

“Nasdem kalau merasa dalam kunjungan tersebut tidak bermanfaat bagi masyarakat, maka tentu kita tidak akan pergi, namun karena partai menilai sangat bermanfaat bagi masyarakat maka kita juga ikut, apalagi berke­pentingan bagi masyarakat Kota Ambon,” katanya.

Sementara Sekkot AG Latuheru yang dikonfirmasi Siwalima, Selasa (12/12) terkait rencana keberang­katan rombongan pemkot ke Belanda, tak mengaktifkan telepon selulernya. Informasi yang diper­oleh Siwalima menyebtukan Sekot sementara berada di Jakarta dan baru tiba di Ambon, Rabu (13/12) ini. (Siwalimanews)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>