Published On: Mon, Nov 30th, 2015

RSUD Haulussy “Terlantarkan” Pasien Hingga Meninggal Dunia

Share This
Tags

e465a72cae2c70be5c1cc272150986d0_XLPasiennya sudah kritis, tapi tidak ditangani segera. Bahkan memberikan infus buat pasien pun tidak dilakukan. Setelah meninggal dunia mobil ambulance milik RSU, tidak boleh dipakai mengantarkan jenazah.

Adalah Maya (58), pasien yang berasal dari Waiheru, Kecamatan Teluk Ambon meninggal dunia di RSUD dr Haulussy Ambon karena buruknya pelayanan di rumah sakit terbesar di Maluku itu. Pasien wanita paruh baya itu meninggal dunia akibat “diterlantarkan” tanpa  penanganan yang baik oleh tenaga medis di rumah sakit “plat merah” itu.

Kepada Kabar Timur,  Any anak kandung korban menuturkan, ibunya sebelumnya di bawah ke Rumah Sakit Nania, namun setelah diperiksa dan ditangani, mereka merujuk pasien ke RSUD Haulussy, pertimbangannya kesehatan korban, sebab pasien terserang penyakit darah tinggi yang butuh penanaganan serius.

“Ibu saya mengeluh sakit kepala. Kami dibawa ke rumah sakit Nania dan diperiksa, Mereka putuskan (pihak rumah sakit)  merujuk ibu saya. Semula kita minta dirujuk di RS Bakti Rahayu dengan pertimbangan pelayanan disana baik, tapi pihak rumsah sakit Nania meminta dirujuk di RSUD karena peralatannya memadai,”ungkap Any kepada Kabar Timur, Minggu (29/11), kemarin.

Sayangnya, setelah dirujuk ke RSUD Haulussy Ambon, Maya malah “diterlantarkan” di Unit Gawat Darurat (UGD) selama berjam-jam tanpa ada pemeriksaan maupaun penanganan medis apapun. Padahal, kata Any, kondisi ibunya saat itu sudah sangat kritis.

“Kejadiannya haris Selasa pekan kemarin. Jadi Ibu saya masuk di UGD sekitar pukul 15.00 Wit tapi dibiarkan begitu saja tanpa ditangani, nanti sampai malam baru ada yang periksa,”katanya.

Yang lebih miris kata Any, meski kondisi ibunya sangat kritis saat itu, namun tenaga medis di rumah sakit dr Haulussy tidak juga segera memindahkan ibunya ke ruang perawatan untuk segera ditangani. Menurutnya, ibunya baru dipindahkan ke ruang perawatan setelah besok harinya.

“Jadi selama beberapa jam di UGD itu tidak ada penanganan apapun. Jangankan itu, infuse saja tidak dipasang. Saya menangis karena ibu saya diperlakukan seperti itu,”ujarnya. Menurutnya penanganan yang buruk itu kemudian berakibat fatal, ibunya akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 13.00 Wit pada hari Rabu.

Namun meski sudah meninggal, upaya pihak keluarga untuk membawa pulang jenazah ibunya untuk segera dimakamkan harus dilalui dengan susah payah. “Saya sampai bermohon kepada mereka tapi mereka bilang harus selesaikan dulu administrasi. Saya bolak balik tanya berapapun saya bayar asal ibu saya dikeluarkan segera, tapi bayangkan sejak meninggal jam 13.00 siang jenazah ibu saya baru keluar dari rumah sakit sekitar pukul 17.00 Wit,”ujarnya.

Dia mengaku saat itu dia sempat meminta agar ibunya dibawa pergi dengan mobil jenazah yang ada di rumah sakit tersebut, namun oleh petugas medis mereka beralasan kalau mobil jenazah sedang rusak dan yang lain sedang tidak berada ditempat.

“Padahal kita lihat sendiri saat itu ada dua mobil Ambulans di depan rumah sakit lagi parkir. Namun mereka terus beralasan harus selesaikan dulu administrasi dan alasan lainnya. Saya bilang berapapun biayanya saya bayar tapi kita seolah dicuekin. Saya menangis melihat jenazah ibu saya mengapa mereka memperlakukan kami seperti ini,”ujarnya.

Beruntung saat itu, kata Any, ada seorang warga yang berempati terhadapnya dan menawarkan bantuan untuk mengurus mobil jenazah di rumah sakit Bhakti Rahayu. Sehingga ibunya dapat segera dikeluarkan dari rumah sakit tersebut. “Saya kecewa sekali karena untuk hal ini saja kami diperlakukan seperti ini. Beruntung ada mobil ambulans dari RS Bhakti Rahayu saat itu,”katanya.

Terkait masalah itu, Humas RSUD dr Haulussy yang dikonfirmasi tidak bersedia menjawab Kabar Timur. Pesan singkat yang dikirm juga tidak dibalas. (Kabar timur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>