Published On: Fri, Mar 23rd, 2018

Saatnya Buru Darurat Bencana

Share This
Tags

Pemerintah diminta agar segera mengusulkan pencemaran lingkungan di Kabupaten Buru, sebagai tanggap darurat bencana.  Ini setelah wilayah itu tercemari limbah sianida dan mercuri, akibat penambangan emas ilegal.

‘’Saya usulkan agar pencemaran lingkungan di kabupaten Buru, ditetapkan sebagai taggap darurat bencana. Ini karena pencemaran lingkungan diambang batas,’’kata Wakil ketua Komisi B DPRD Maluku, Ikram Umasugy ketika dihubungi Kabar Timur, kemarin.

Pernyataan Umasugy sekaligus menyikapi pernyataan pakar kimia dari Unpatti, kalau Buru sebagai lumbung beras terancam sianida dan mercuri. Dia mengaku, dirinya sudah jauh-jauh hari menyampaikan di dewan soal bahaya sianida dan mercuri di Buru.’’Saya sudah sampaikan kalau limbah sanida dan mercuri ini tak hanya membahayakan lumbung pangan di Buru, tapi juga mengancam program Lumbung Ikan Nasional (LIN),’’tandasnya.

Dia mengaku, jika pencemaran lingkungan tidak diatasi,  tidak hanya berimbas bagi pulau Buru, namun juga berimbas bagi pulau Seram, pulau Ambon, dan bahkan meluas didaerah ini.’’Nah, ini bahaya. Pemerintah daerah mesti mengantisipasi ini untuk mengusulkan tanggap darurat bencana ke pemerintah pusat untuk mendapat perhatian serius. Jangan dibiarkan. Ini akan berdampak luas bukan hanya di Buru,’’ingatnya.

Tak hanya disitu, harap dia, pemerintah kabupaten dan provinsi mesti transparan ke publik, kalau pencemaran lingkungan di Buru, sangat berbahaya.’’Pemerintah jangan diam saja. Ini sangat berbahaya. Saya kecewa kalau sampai sekarang persoalan di Gunung Botak, belum diantisipasi  secara baik,’’kesalnya.

Politisi PKB asal daerah pemilihan Buru dan Bursel ini mengaku, jika diusul tanggap darurat bencana, pemerintah pusat akan menghentikan ativitas penambangan liar di Gunung Botak.’’Saya yakin, jika belum diusulkan tanggap darurat bencana, ativitas penambangan di Gunung Botak tak kunjung dihentikan,’’sebutnya.

Diakui, banyak kepentingan di Gunung Botak, sehingga terjadi tarik menarik kepentingan soal pengelolaan Gunung Botak. Akibatnya, hingga kini belum ada solusi pengelolaan emas didaerah itu’’Harus ada langkah antisipasi. Jangan sampai, warga Buru dan masyarakat sekitar terkena dampak akibat pengelolaan tambang yang tidak ramah lingkungan,’’sebutnya.

Lantas, selama ini ada warga yang kena dampak dari pencemaran lingkungan di Buru, dia mengaku, ada sejumlah warga yang berobat di Surabaya, akibat terkena kanker darah.’’Selain sejumlah hewan mati, ada warga Buru yang  terkena kanker. Ini bahaya, harus ada langkah antisipasi,’’ingatnya.

Dia kemudian mengigatkan, jika persoalan di Buru, tak kunjung diselesaikan bakal terjadi bencana seperti di Minamata, Jepang.’’Persoalan pencemaran lingkungan ini jangan diangap remeh. Harus ada solusi penyelesaian,’’ingatnya. (Kabar Timur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>