Published On: Mon, Nov 10th, 2014

SAHUBURUA: MALUKU AKUARIUM TOLERANSI UMAT BERAGAMA

Share This
Tags

949d9e436ef1467926c2dacf5f9040b2_LPelaksanaan pesparawi mesti dimaknai dan dipahami sebagai bentuk yang universal, dalam upaya menkonstruksi hubungan atau relasi antar umat beragama di Maluku. Ini juga menjadi visualisasi hubungan yang bisa dibuktikan kepada dunia, bahwa Maluku menjadi akuarium toleransi kehidupan antar umat beragama.

“Lewat pesparawi ini, kita bisa menyanyi dengan roh dan dengan akal budi menuntut kesunggguhan hati untuk memuliakan nama Tuhan. begitu juga hal ini semakin menegaskan bahwa momentum pesparawi merupakan suatu proses belajar dalam memaknai relasi-relasi hidup, “ungkap Sahuburua dalam sambutannya saat membuka kegiatan Pesparawi IX tingkat Provinsi Maluku yang berlangsung di Lapangan Merdeka, Kota Ambon, Sabtu (8/11) malam.

Sahuburua juga mengharapkan agar pelaksanaan pesparawi ke IX akan berlangsung dengan meriah dan sukses. Karena menurutnya, pesparawi bukan hanya menjadi ajang tanding untuk mencapai kemenangan. Intinya, bagaimana umat bisa melantunkan lagu-lagu sebagai tanda sukacita untuk Tuhan.

Ini juga sebagai langkah persiapan Maluku sebagai tuan rumah, menyambut pesparawi tingkat nasional yang akan berlangsung tahun 2015 mendatang. “Event ini, dapat menjadi indikator untuk mengukur Maluku sebagai tuan rumah penyelenggara pesparawi tingkat nasional di tahun 2015 mendatang. Olehnya itu, saya menghimbau agar seluruh elemen masyarakat Maluku secara bersama-sama turut berpartisipasi mendoakan dan mengsukseskan kegiatan pesparawi ke IX yang akan berlangsung mulai hari ini, “harapnya.

Lewat event-event keagamaan inilah, masyarakat Maluku telah membuktikan kepada dunia internasional bahwa kita menjungjung tinggi nilai toleransi lewat hidup orang basudara.“Masyarakat Maluku memiliki kualitas hidup yang sangat kuat serta menjaga bingkai dan toleransi yang tinggi. Serta membuat komitmen untuk tinggal bersama, hidup bersama dan maju bersama dalam segala aspek kehidupan,”  pungkasnya.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, dalam sambutannya mengungkapkan Pemerintah dan seluruh masyarakat Kota Ambon sangat bahagia menyambut kegiatan akbar ini.   Menurut Louhenapessy, bernyanyi bagi Kota Ambon adalah nafas.  Karena Kota Ambon telah dipilih sebagai ‘the city of music’.

Turut hadir dalam kegiatan pembukaan pesparawi ke IX tingkat provinsi tersebut, Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua, Walikota/wakil walikota se-Maluku, Bupati dan Wabub se-Maluku, Ketua Sinode, J. Ruhulessin, tokoh agama Muslim, Hindu, Budha, perangkat daerah seluruh kabupaten kota dan provinsi, serta seluruh peserta dari 11 kabupaten/kota di Maluku, juga masyarakat yang turut hadir meramaikan kegiatan tersebut. (ameks)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>