Published On: Tue, Nov 21st, 2017

Saksi Terus Mangkir, Repo di Kejati Kabur?

Share This
Tags

Lagi saksi dalam penyidikan perkara Repo Bank Maluku Rp 238 miliar mangkir. Ini bukan baru terjadi, dan lagi-lagi Kejati Maluku hanya menjanjikan pemanggilan ulang.

“Benar hari ini (kemarin) saksi mantan Kasubdiv Pasar Uang dan Modal Divisi Treasury PT Bank Maluku berinisial MB sedianya diperiksa. Tapi yang bersangkutan tidak hadir tanpa alasan mengenai ketidakhadirannya,” ungkap Kasipenkum Kejati Maluku melalui pesan singakatnya Senin, kemarin.

Ditanyakan soal pemanggilan ulang pihaknya, Samy hanya menjawab akan dijadwalkan. Apalagi terhadap saksi MB tersebut, masih berlaku pemanggilan pertama.

Catatan Kabar Timur, pemeriksaan para petinggi PT Bank Maluku-Malut sempat digelar. Tapi ternyata sejumlah pejabat bank tersebut mangkir dari pemeriksaan. Tapi anehnya Kejati tidak mengagendakan pemanggilan ulang untuk pemeriksaan.

Salah satunya, mantan Direktur Kepatuhan Izaac Thenu. Dia mangkir dari pemeriksaan jaksa pada Oktober 2017 lalu. Tapi anak buahnya dari Divisi Treasury dan Kepatuhan juga ikut-ikutan mangkir dari pemeriksaan yang dijadwalkan 7 Nopember lalu.

Kejati belum menjelaskan alasan Kepala divisi tersebu, Edmond C Martinus kenapa mangkir. Padahal sebagai Kepala Divisi Treasury kasus korupsi ini terjadi, Edmond tentu tahu banyak soal eksekusi akhir pencairan dana saham atau surat-surat berharga senilai Rp 238 miliar kepada PT AAA Sekuritas yang menjadi partner “gelap” Bank Maluku.

Pemeriksaan terhadap Edmond Martinus, yang sedianya dilakukan waktu itu dianggap vital. Pasalnya, sebagai Kepala Divisi Treasury saat itu, Edmond tahu banyak soal eksekusi akhir pencairan dana saham atau surat-surat berharga senilai Rp 238 miliar kepada PT AAA Sekuritas. Sementara pemeriksaan terhadap mantan Direktur Pemasaran Wellem Patty guna menelusuri siapa pengambil keputusan pencairan dana tersebut.

Intensitas penyidikan perkara Reverse Repo Bank Maluku senilai Rp 238 miliar memang mulai turun. Pekan lalu tidak ada aktivitas pemeriksaan perkara ini di Kejati Maluku.

Pemeriksaan terakhir dilakukan hanya pada Kamis (16/11) lalu. Mantan analis Divisi Treasury PT Bank Maluku-Malut berinisial CT dicercar jaksa. Dan sebelum saksi ini, satu saksi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat telah diperiksa tepat satu minggu sebelumnya (9/11).

Samy Sapulette yang dihubungi saat itu menolak menyatakan intensitas pemeriksaan perkara ini menurun. Dia beralasan, jika tim penyidik mempunyai agenda lain tidak hanya melakukan pemeriksaan.

“Ada waktu-waktu yang mengharuskan tim penyidikan melakukan evaluasi,” tepis Samy.

Ada dugaan, sejumlah pejabat maupun mantan pejabat pada bank pelat merah itu menolak bertanggungjawab. Seperti yang disampaikan mantan Direktur Pemasaran Wellem Patti tahun 2016 lalu.

Ketika perkara ini masih di  tahap penyelidikan Wellem saat dimintai keterangan tidak mau sendirian bertanggungjawab. Dia menuding, keputusan pencairan dilakukan secara kolektif oleh Dewan Direksi Bank Maluku.

“Tidak ada kewenangan dari Direktur Pemasaran untuk obligasi ini. Semua harus lewat Dewan Direksi (Direksi Utama, Direksi Pemasaran, Direksi Kepatuhan dan Direksi Umum),” terang Wellem  usai pemeriksaan ketika itu. (Kabartimur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

- BALAGU.COM