Published On: Wed, Jan 27th, 2016

Sambut Kemenangan “Mufakat” Kota Bula Jadi Lautan Manusia

Share This
Tags

1WARGA Kota Bula “berpesta.” Mereka turun ke jalan-jalan merayakan kemenangan, setelah  Mahkamah Konstitusi (MK), menolak gugatan pasangan “Susgo” di Pilkada Seram Bagian Timur, Senin. “Ini kemenangan rakyat SBT,” teriak warga di jalan-jalan Kota Bula, siang, kemarin.

Pasangan Sitti Umuriah-Sjaifuddin Goo “Susgo” menggugat pasangan Abdul Mukti Keliobas-Fachri Alkatiri “Mufakat” setelah Pilkada di Kabupaten SBT.  Hasil Pilkada SBT sendiri yang diikuti dua pasangan calon ini, dimenangkan “Mufakat” diatas sembilan persen, kendati digugat rivalnya. Mereka berharap gugatan itu bisa menang, tapi sebaliknya ditolak MK.

Penolakan gugatan “Susgo” oleh MK, dengan sendirinya, pasangan “Mufakat” menang dan siap dilantik menjadi bupati dan wakil bupati Kabupaten berjuluk: “Ita Wotu Nusa” untuk lima tahun kedepan. Ribuan warga SBT pendukung pasangan “Mufakat” tak bisa dibendung. Mereka  turun ke jalan-jalan. Kota Bula sebagai Kota Kabupaten berubah menjadi lautan manusia.

“Ini kemenangan kami. Kemenangan rakyat SBT,” teriak warga di jalan-jalan Kota Bula, dengan wajah-wajah sumringah. Jalan-jalan dan posko-posko pasangan “Mufakat” dimana-mana dilaporkan ramai oleh para pendukung fanatiknya. “Keadilan tetap keadilan tidak bisa diputar-putar atau dibeli. Ini kemenangan rakyat SBT,” teriak warga lainnya.

Sebelumnya Pilkada SBT, 9 Desember 2015, lalu, pasangan “Mufakat” telah dinyatakan sebagai pemenang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat usai melakukan pleno rekapitulasi suara pada seluruh tingkatan kecamatan. Hanya kemenangan itu, tertunda, karena gugatan pasangan “Susgo” yang akhirnya kanvas juga.

Pasta kemenangan itu, sudah berlangsung sejak pembacaan sidang putusan MK. Mereka menyebut pesta itu sebagai pesta rakyat SBT. Ribuan warga pendukung “Mufakat” melakukan pawai keliling Kota Bula.

Jalan-jalan  di Kota Bula  macet total. Aparat kepolisian Polres SBT ikut turun ke jalan, mengurai arus lalulintas yang macet menjadi lancar, akibat Kota Bula berubah menjadi lautan manusia. Pawai  bergerak dari posko induk  di Jalan  Tamaela, pukul 10.00. WIT, dengan rute  jalan-jalan utama. Pawai itu, baru berakhir pukul 13.30. WIT.

Ismail Rumbalifar mengatakan, berbagai acara yang dilakukan merupakan bentuk ungkapan kegembiraan pendukung dan simpatisan pasangan MUFAKAT terutama pendukung yang berdomisili di Kota Bula.

Ismail yang juga Ketua Relawan Muda Bula Untuk (Rembuk) ini, semua yang dilakukan simpatisan kecamatan lain hanya semata-mata untuk mengukapkan kegembiraan yang dirasakan bukan untuk mensorak-soraki pendukung pasangan lain terutama pendukung pasangan “Susgo.”

“Kami ingin ungkapkan kegembiraan kami, bukan menggganggu saudara-saudara kita yang mendukung pasangan kandidat yang lain, “ungkapnya. Rumbalifar mengajak masyarakat simpatisan pendukung pasangan lain untuk bisa bergabung dalam suasana kegembiaraan yang dirayakan ini dan dapat melupakan berbagai permusuhan yang timbul akibat perbedaan politik yang terjadi sebelum tanggal 9 Desember 2015 lalu.

Dia berharap masyarakat tidak lagi memakai istilah Nomor 1 atau Nomor 2 yang ada hanyalah masyarakat Seram Bagian Timur. “Mari kita sama-sama bergandengan tangan, mengawal pemerintahan ini agar berjalan sesuai cita-cita yang kita ingingkan bersama untuk kesejatraan rakyat di Bumi “Ita Wotu Nusa” ini. Lupakan sekat-sekat itu, tanggal 9 Desember sudah berlalu, mari kita bermufakat untuk SBT yang lebih baik, “ajaknya. (kabartimur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>