Published On: Fri, Mar 16th, 2018

Sekda Orang Lease, Blunder Berikut Pidato Edison

Share This
Tags

Isu “orang Lease” untuk jabatan Sekda Maluku jadi diskusi hangat masyarakat asal Pulau Saparua, Haruku dan Nusalaut. Blunder politik ini dinilai sebagai efek dari pidato Edison Betaubun, belum lama ini Seperti apa?

“Nanti bung tinggal minta pendapat tokoh Lease, bisa pa Zeth Sahuburua, bisa pa Rektor Unpatti Professor Sapteno,” ujar Jefry T, salah satu warga Kecamatan Nusalaut kepada Kabar Timur, melalui telepon seluler, Kamis, kemarin.

Menurutnya isu Sekda Maluku digadang-gadang berasal dari Saparua, Haruku atau Nusalaut, layak jadi bargaining politik jelang Pilgub Maluku 2018. Artinya, representasi wilayah seharusnya ditawarkan oleh kandidat manapun ketimbang representasi golongan agama.

Sebab kultur kekerabatan masyarakat Maluku, agama bukan pemisah kekerabatan. Tapi bicara representasi wilayah, kekuatan pemilih asal Seram, Tenggara atau Lease bisa saling diuji. “Harus diingat loh, Saparua, Haruku, dan Nusalaut, pemilih Kristen Protestan mencapai 150 ribu orang. Bukan jumlah yang sedikit, lebih banyak dari Kristen di Pulau Seram, yang cuma 80 ribu. Dan tiga kali jumlah umat Kristen Tenggara” kata Jefry.

Diakui, pidato politik pentolan Partai Golkar yang juga aleg DPR RI Edison Betaubun dipahami masyarakat mengarah pada sisi perimbangan agama pemerintah daerah, jika paslon Said Assagaff-Andreas Rentanubun terpilih di Pilgub Maluku. Namun tawaran Edison di Rapat Akbar DPD II Golkar Kota Ambon itu, tidak dapat diterima seluruh warga Gereja Protestan Maluku (GPM).

Menurutnya, kalau Sekda Maluku dari kalangan Protestan, setelah Gubernurnya Muslim dan Wakil Gubernur Katolik, tak dipungkiri itu namanya perimbangan. Tapi  pidato itu dinilai tidak berpengaruh bagi paslon dengan akronim SANTUN, pasalnya di tubuh GPM ada masyarakat Tenggara.

Jika Sekda Maluku warga GPM tapi berasal dari etnis Tenggara, menurut masyarakat Lease, itu menafikan representasi kewilayahan masyarakat lain di Maluku, khususnya dari kawasan Lease tersebut.

Akibatnya pidato Edison Betaubun hampir pasti tidak ‘ngefek’ untuk paslon yang diusung Partai Golkar dalam upaya meraih dukungan seluruh warga GPM yang notabene ada yang berasal dari Saparua, Haruku maupun Nusalaut.

“Masak sih orang Lease yang GPM akan setuju, kalau Sekda Maluku warga GPM tapi dari Tenggara lagi? Sementara Wagubnya sudah dari Tenggara? ini khan seng bagus,” tandas Jefry. (Kabar Timur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>