Published On: Thu, Feb 1st, 2018

Sekwan SBB Buka Mulut, Sebut Peroleh Sabu dari Kasat Narkoba

Share This
Tags

Sekretaris DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat,  Markus Teken alias MT buka mulut, kalau sabu yang ia nikmati di  kamar 103 Hotel Kawiasih II, Desa Waimital, Keca­matan Kairatu, Senin (29/1) malam, diperoleh dari Kasat Resnarkoba Polres SBB, Iptu Yustus Tanikwale.

Nama Iptu Yustus Tanikwale alias YT diungkap, saat Teken diperiksa oleh penyidik Satres­narkoba SBB. Teken membelinya dari Yustus dengan harga Rp 1.500.000.

“Saya dapat dari YT. Beliau jual narkoba Jumat (26/1) dengan harga Rp 1,5 juta,” ungkap sum­ber di Polres SBB kepada wartawan, Rabu (31/1) meniru pengakuan Mar­kus Teken.

Kapolres SBB AKBP Agus Setiawan yang dikofirmasi soal “nyanyian” mantan Camat Seram Barat itu, mengaku sudah men­dengar informasi tersebut. Jika terbukti akan ditindak sesuai aturan hukum.

“Informasi seperti itu  kami pasti dalami dan apabila terbukti pasti kita proses,” tandasnya.

Setiawan mengatakan, Markus Tekan sudah ditetapkan sebagai ter­sangka, dan dijerat dengan pasal 112 ayat 1 dan pasal 127 ayat 1 huruf a UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman huku­man paling singkat 4 tahun penjara dan paling lama 12 tahun penjara.

Diciduk

Sekretaris DPRD Kabupaten Seram Ba­gian Barat,  Markus Teken diciduk po­lisi saat asyik nyabu di kamar 103 Hotel Kawiasih II, Desa Waimital, Ke­camatan Kairatu, Senin (29/1) malam.

Sebelum diciduk, gerak-gerik Te­ken sudah dipantau oleh salah satu anggota Satresnarkoba Polres SBB, Bripka F. Kamalatu. Setelah men­dapatkan informasi yang matang, ia kemudian melaporkan hal tersebut ke atasannya.

Sekitar pukul 20.30 WIT Kasat Res­narkoba Iptu Yustus Tanikwale, bersama sejumlah personilnya ber­gerak ke Hotel Kawiasih, dan melakukan penggeberekan.

Teken yang sedang asyik menik­mati sabu-sabu tak berkutik, saat melihat sejumlah personil Satres­narkoba masuk ke kamar yang ditempatinya.

Ia lalu digiring ke Mapolres SBB untuk menjalani pemeriksaan. Se­jumlah barang bukti juga diamankan, diantaranya satu buah alat hisap (bong) beserta isinya, uang tunai Rp.1.100.000 (pecahan 50 ribu), satu botol air mineral, dua kaleng mi­numan lasegar, satu buah Hp, dan satu buah korek api gas.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes M Roem Ohoirat yang dikonfirmasi membenarkan penang­kapan Sekwan SBB, Markus Teken. Ia saat ini dalam pemeriksaan pe­nyidik Satresnarkoba Polres SBB.

Ohoirat menjelaskan, usai peme­riksaan dan pendalaman, personil Satresnarkoba mendatangi rumah Markus Teken dan menggeledah kamarnya.

“Dalam kamar MT ditemukan lagi satu paket plastik bening kecil ter­dapat butiran bening diduga sabu, empat buah pipet plastik putih dan satu buah korek api di ujungnya terdapat pipet kaca dan satu butir peluru kaliber 7.62 mm,” ungkap Ohoirat.

Pemeriksaan urine sudah dilakukan dan hasilnya positif narkoba. Teken sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

“Pemeriksaan urine juga dila­kukan terhadap yang bersangkutan dan hasilnya positif. Kini kasusnya sedang ditangani dan dilakukan pengembangan, yang bersangkutan sudah ditahan,” kata Ohoirat.

Bakal Sanksi

Sekretaris SBB Mansur Tuharea menegaskan, sanksi tegas akan diberikan kepada Markus Teken jika terbukti bersalah.

“Apabila sekwan terbukti bersalah akan diberikan sanksi sesuai dengan undang-undang kepegawaian kita akan proses,” ujarnya.

Tuharea mengatakan,  Pemkab SBB menyerahkan sepenuhnya pro­ses hukum kasus narkoba Markus Teken kepada kepolisian. “Kita akan menuggu hasil pemeriksaan Polres SBB, apabila terbukti bersalah kami akan tidaklanjuti dan bisa berikan sanksi tegas,” tandasnya.

Kendati begitu, Tuharea menga­ku, belum mendapatkan laporan resmi dari pihak kepolisian terkait ditangkapnya Teken saat asyik nyabu. (Siwalima)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>