Published On: Tue, Feb 13th, 2018

Seribuan Anggota Badko HMI Ditelantarkan

Share This
Tags

Sekitar seribuan anggota Badko HMI  dari, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Papua Barat, terlantar di Kota Ambon.

Mereka tiba di Kota Ambon, Senin (12/2), menggunakan kapal milik PT Pelni. Belum diketahui pasti apakah ribuan anggota HMI dari berbagai daerah ini diundang atau tidak pada Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke XXX di Kota Ambon.

Tiba di kota Manise ini, seribuan anggota Badko HMI itu harus pontang-panting mencari tempat tinggal. Mereka menuding panitia lokal dan panitia nasional Kongres HMI ke XXX sengaja menelantarkan mereka.

Kecewa ditelantarkan, sekitar 200-an dari ribuan aktivis kampus ini menggelar unjukrasa di depan kantor Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku di kawasan Poka, Ambon, Senin (12/2).

Dalam orasinya mereka meluapkan kekecewaan. Saat tiba di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, tidak ada satu pun panitia lokal HMI Kota Ambon menyambut mereka. Bahkan mereka harus menghadang truk agar bisa ditumpangi menuju kawasan LIPI (Poka). Namun, tiba di lokasi tujuan, mereka pun dibuat bingung sehingga diturunkan di halaman kantor BPSDM Maluku.

Menurut pendemo, jika dilihat dari besarnya anggaran Kongres HMI ke-XXX yang diperkirakan mencapai Rp 9 miliar itu, sangat disesalkan hanya permasalahan akomodasi dan tempat menginap panitia tidak memapu mengurusnya. Sehingga tidak salah kata mereka, ada dugaan penyelewengan anggaran oleh panitia.

Padahal, kedatangan mereka di kota berjuluk Ambon Manise ini adalah untuk mendukung sekaligus mensukseskan Kongres HMI XXX. Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, aparat keamanan disiagakan selama demonstrasi berlangsung.

Pendemo sempat membakar sebuah baliho dan kardus minuman kemasan di depan pintu keluar kantor BPSDM. Koordinator aksi demonstrasi, Mahmud Alkatiri menegaskan, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecawaan Badko HMI Sulsel, Sulbar dan Papua Barat karena kedatangan mereka tidak diperulikan oleh panitia lokal maupun nasional yang telah berada di Kota Ambon.

“Perjalan kita dua hari menggunakan kapal laut. Sampai di Kota Ambon, tidak ada satu pun dari panitia yang mendatangi kita. Sehingga kita cari inisiatif sendiri dengan menghadang mobil. Jadi apa yang kami tunjukkan lewat aksi ini adalah sebuah tindakan aksi demo yang kami anggap benar,” tegas Alkatiri yang juga Koordinator Komisariat Perintis Badko HMI Cabang Makassar ini.

Karena itu, tidak salah jika mereka menduga ada indikasi ketidakberesan yang dilakukan panitia kongres. “Sampai saat ini juga setelah kami melakukan aksi tidak ada satu pun panitia yang datang temui kami di sini. Sudah hampir tiga jam kami di sini. Kami terlantar di pelabuhan, diputar-putar tidak tau mau kemana,” kesalnya.

Bahkan, diakuinya, mereka sempat menutup jalan di depan kantor BPSDM sekitar setengah jam sebelum akhirnya aparat kepolisian dan TNI datang dan membuka jalan.  “Kalau sampai hari ini tidak ada jalan keluar dari panitia, kami akan tutup full akses jalan ini,” ancamnya lagi.

Hingga saat aksi demo dilakukan, kata Alkatiri, mereka belum mendapatkan makan. “Tempat untuk tidur saja kami tidak tahu harus kemana, apalagi dapat makan. Itu  yang memicu kami melakukan aksi ini,” tegas dia.

Kata dia, sebelum bertolak dari daerah masing-masing, mereka telah melakukan koordinasi menghubungi panitia lokal maupn nasional serta HMI Kota Ambon, tapi ditelantarkan. “Kita tidak tahu mau kemana, panitia maupun Badko HMI Cabang Ambon juga tidak mengarahkan, yang paling bertanggungjawab adalah panitia lokal karena mereka sebagai tuan rumah. Setidaknya mereka memberikan contoh yang baik,” protes dia. (kabar Timur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>