Published On: Wed, Feb 7th, 2018

Setelah Dipecat, Hasanussi Terancam PAW

Share This
Tags

Posisi mantan Ketua DPD Hanura Maluku, Ayu Hasanussi kian terjepit di partai yang pernah dipimpinya. Setelah dipecat dari ketua, posisi Hasanussi sebagai ketua fraksi terancam hingga Pergantian Antar Waktu (PAW) dari anggota DPRD Maluku.

Ini setelah, Hasanussi secara terang-terangan melawan putusan partai dibawah kepemimpinan  Oesman Sapta Odang (OSO). Buktinya, setelah Hasanussi dilengserkan, dia kemudian tidak mengakui kepemimpinan OSO.

Selain tak mengakui OSO yang telah dipecatnya melalui Munaslub, Hasanussi masih bersikukuh kalau ada dualisme kepemimpinan Hanura di pusat hingga provinsi. Dia kemudian menggelar rapat gelap dengan sejumlah pengurus lainya, usai Musdalub DPD Hanura Maluku.

Bahkan, ketika verifikasi faktual partai politik, Hasanusssi disinyalir mempengaruhi sejumlah pengurus DPD dan DPC Hanura Maluku, agar menghambat verifikasi faktual Hanura dibawah kepemimpinan Yasin Payapo. “Ini bentuk pembangkangan ibu Ayu kepada Hanura   dibawah kepemimpinan OSO,’’kata salah satu kader kepada Kabar Timur, kemarin.

Kader yang enggan namanya diwartakan mengaku, DPD Hanura Maluku, dibawah kepemimpinan Yasin Payapo akan menyikapi sikap Hasanussy. “Ada sanksi tegas. Dari pergantian ketua fraksi hingga pengusulan PAW,’’sebutnya.

Terpisah, Ketua Organisasi DPD Hanura Maluku, Bobi Tianotak mengatakan, pihaknya baru saja  menerima berita acara hasil perbaikan verifikasi faktual dari KPU Maluku. ‘’KPU menyatakan Hanura memenuhi syarat. Itu berarti kepengurusan Hanura dibawah kepemimpinan Yasin Payapo diakui negara melalui KPU untuk bertarung di Pileg 2019 mendatang,’’kata Tianotak ketika dihubungi Kabar Timur, kemarin.

Untuk itu, kata dia,  setelah verifikasi faktual, pihaknya kini fokus pembenahan partai, usai prahara Hanura beberapa waktu lalu. Dia mengaku, pihaknya dalam waktu dekat akan menggantikan Hasanussy dari ketua fraksi Hanura DPRD Maluku.

‘’Ini bagian dari penyegaran dan dalam rangka optimalisasi kerja fraksi di DPRD Maluku. Sudah cukup lama. Hampir 8 tahun ibu Ayu menjabat ketua fraksi. Kita butuh penyegaran. Kita akan surati DPRD Maluku untuk dilakukan pergantian ketua fraksi,’’tandasnya.

Apalagi, ingat dia, fraksi adalah kepenjangan tangan partai di parlemen. Itu berarti, sebut dia,  butuh sinergitas antara pimpinan fraksi dan partai. “Setidaknya, fraksi bisa mengamankan perintah dan kepentingan partai di parlemen. Kepentingan partai bagaimana aspirasi rakyat diperjuangkan untuk kesejahteraan,’’paparnya.

Soal alasan Hasanussy di copot dari ketua fraksi, dia menegaskan, setelah dicopot dari ketua partai, Hasanussy masih ngotot tidak mengakui Hanura dibawah kepemimpinan OSO yang telah diakui melalui SK Menkumham.

“Ini perlu diganti karena kepemimpinan partai sudah beralih. Beliau juga masih ngotot.  Mesti ada energi baru yang produktif yang dan bisa mengamankan kepentingan partai di parlemen,’’tegasnya.

Tak hanya itu, soal kemungkinan Hasanussy diganti sebagai anggota DPRD Maluku, dia enggan berkomentar panjang lebar. Dia hanya mengaku, kemungkinan di PAW bisa saja terjadi, karena tidak mengamankan perintah dan keputusan partai.

Ketika disinggung, kemungkinan anggota fraksi lain kena sanksi karena masih ikut Hasanussy, dia berharap, kader Hanura terutama menjabat anggota dewan agar segera bersikap bergabung dengan Hanura dibawah keemimpinan OSO.’’Yang pasti siapapun dia kader dan juga anggota dewan tidak mengikuti putusan partai, sanksi akan diberikan. Apalagi, anggota DPRD Maluku,’’pungkasnya. (kabar Timur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>