Published On: Tue, Sep 6th, 2016

Setelah Kakak, Adik Bupati SBB Dibidik

Share This
Tags

1c48c725095b82005e2628d83deebc39_XLMEREKA masih berstatus kakak beradik. Satu telah menjadi tersangka dan satunya masih didalami keterlibatan pada korupsi Anggaran Kegiatan Sosialisasi Program Kurikulum Tahun 2013 (K13).

Keduanya masih berstatus “satu darah” dengan Bupati Seram Bagian Barat Jacobus Puttileihalat. Kakak beradik ini adalah pejabat di Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dispora), Kabupaten yang dipimpin Jacobus alias Bob sebutan untuk Bupati Bupati Seram Barat itu.

Kasus korupsi K13 sendiri penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku telah menetapkan dua tersangka. Mereka adalah Ledrik Sinanu dan Bonjamina Dorce Puttilei­­­halat alias Lou dengan jabatan mantan Kadispora Seram Barat.

Ketika Lou menjabat Kadispora Seram Barat, adiknya Fransiyane Puttileihalat alias Nane menjabat sebagai salah satu Kepala Bidang. Setelah Lou pensiun, jabatan Kadis Pendidikan oleh kakaknya yang menjabat Bupati, menunjuk Nane mengantikan Lou  diposisi itu.

Kini Nane menjabat Plt Kadispora mengantikan Lou kakaknya. Nane sendiri disebut-sebut terlibat dalam dugaan korupsi K13 yang telah menjerat Lou sebagai salah satu tersangka di kasus ini.

Dari pemeriksaan saksi-saksi terhadap dua tersangka yang lebih awal ditetapkan jaksa penyidik terungkap adanya pemotongan pembayaran honor fasilitator dan moderator yang jumbo. Pemotongan honor fasilitar dan moderator diduga ada peran Nane.

Saksi Djainab Samanery moderator dalam kegiatan itu. Honor diterima Samanery hanya sebesar Rp 500.000 ribu. Padahal dalam laporan pertanggungjawaban (LP) yang dibuat, tercantum honor dibayar kepada Samanery Rp 12 juta.

Ada juga beberapa saksi lain dari LPMP maupun Universitas Pattimura berperan sebagai fasilitator dalam kegiatan itu, mereka hanya menerima honor Rp 3.500.000. Padahal, dalam LP saksi-saksi yang sifanya sebagai fasilitator harus menerima bayaran honor sebesar Rp 32 juta. Belum lagi ada temuan kwitansi LP fiktif.

Ada informasi menyebutkan, dari hasil pemeriksaan, dugaan mengarah adanya keterlibatan  Nane yang juga adik kandung Bupati SBB itu. Nane turut bertanggungjawab dibalik kerugian negara dalam kegiatan tersebut.

“Dari proses pemeriksaan yang dilakukan itu, baik pemeriksaan saksimaupun tersangka ada bukti yang mengarah pada keterlibatan Nane,” ungkap sumber koran ini di Kejati Maluku. Meski begitu, sumber enggan berkomentar soal bukti apa yang telah dikantongi penyidik terkait dugaan keterlibatan Nane.

Namun, sumber melanjutkan, penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap Nane untuk memastikan adanya dugaan tersebut. “Jika terbukti dari hasil pemeriksaan sebelumnya benar maka proses kasus ini akan terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru,” ungkap sumber itu.

Lebih lanjut dijelaskan, dugaan keterlibatan Nane dalam kegiatan sosialisasi kurikulum 2013 di dinas setempat, seputar pembayaran honor kepada pihak-pihak yang berpartisipasi dalam kegiatan itu. Karena, tambah sumber, saat kegiatan ini berlangsung, tersangka tidak mungkin mengambil kebijakan pemotongan anggaran sendirian, tanpa berkoordinasi dengan Nane yang saat itu menjabat sebagai Kepala Bidan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten setempat.

Kepala Seksi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette soal agenda pemeriksaan Nane mengatakan, yang bersangkutan akan diperiksa pekan ini untuk melengkapi berkas tersangka Lou.

“Nane telah diagendakan di periksa dalam kapasitas sebagai saksi untuk melengkapi berkas Lou. Dan soal jadwalnya hari apa, saya belum diinformasikan penyidik,” jelasnya. Soal dugaan keterlibatan Nane, Sapulette enggan berkomentar. Karena hal tersebut sudah masuk dalam materi perkara. Akan tetapi, kata Sapulette, pada prinsipnya kasus ini masih berjalan di penyidikan, sehingga masih dalam proses pendalaman.

“Kalau ada temuan atau apa, tetap akan ditindaklanjuti. Yang pasti prosesnya terus berjalan dan wartawan bisa ikuti setiap perkembangannya,” pungkas Sapulette.

Diketahui, dalam kasus dana pendidikan di Disdikpora Kabupaten SBB, penyidik Kejati Maluku telah mengusut empat kegiatan, yaitu, pembinaan kelompok kerja guru/musyawarah guru pelajaran, kegiatan mutu dan kualitas program pendidikan dan pelatihan bagi pendidik dan tenaga kependidikan, sosialisasi kurikulum 2013, dan training of trainers guru dan pengawas untuk kurikulum tahun 2013.

Dana yang dialokasikan untuk empat kegiatan ini sebesar Rp 49.026.487.040 yang bersumber dari APBN. Dan berdasarkan hasil pemeriksaan BPK dari total dana Rp 49.026.487.040itu, ternyata realisasinya hanya sebesar Rp 47.552.395.757.

Sisanya sebesar Rp 2.893.016.000 tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh Fransyane Puttileihalat alias Nane yang saat itu menjabat Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kabupaten SBB, PPTK Ledrik Sinanu serta bendahara kegiatan, Maria Manuputty.

Dana sebesar Rp 2.893.016.000 yang tidak bisa dipertanggungjawabkan itu dengan rincian: pembinaan kelompok kerja guru/musyawarah guru pelajaran sebesar Rp 754.780.000, kegiatan mutu dan kualitas program pendidikan dan pelatihan bagi pendidik dan tenaga kependidikan sebesar Rp 597. 290.000, sosialisasi kurikulum 2013 sebesar Rp 925.300.000 dan training of trainers guru dan pengawas untuk kurikulum tahun 2013 sebesar Rp 615.646.000. (kabartimur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>