Published On: Tue, Apr 3rd, 2018

Setelah Saksi, Polisi Panggil Said Assagaff Cs

Share This
Tags

Penyelidikan kasus intimidasi dan kekerasan terhadap wartawan yang dilakukan calon Gubernur Maluku Said Assagaff dan sejumlah pendukungnya di Rumah Kopi Lela, Kamis pekan lalu, terus berjalan.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Muhamad Roem Ohoirat kepada Kabar Timur mengungkapkan, setelah pemeriksaan saksi, penyidik akan memanggil sejumlah pelaku untuk dimintai keterangannya sebagai saksi dan mengumpulkan barang bukti.

“Nanti kita olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari situlah kita menentukan apakah ini merupakan peristiwa pidana atau tidak. Kalau pidana kita tingkatkan ke penyidikan. Selanjutnya kita panggil saksi saksi. Dari saksi saksi itu kita tentukan tersangka. Jadi langkahnya tetap kita ambil sesuai manajemen penyelidikan. Dan saat ini sementara kita lakukan,” ungkap Kabid saat di temui di ruang kerjanya, Senin (2/4).

Berdasarkan informasi terkait dengan adanya penyitaan CCTV di Rumah Kopi Lela, mantan Kapolres Aru ini membenarkan. “CCTV yang ada disana itu, informasinya dia tidak merekam.

Cuma dia memantau. Jadi tidak merekam. Ini yang jadi kendala. Tapi kita masih koordinasi. Tapi kalau ada rekaman di situ jauh lebih bagus. Kita masih berproses,” tandasnya.

Aksi kekerasan dan intimidasi terhadap sejumlah wartawan di Rumah Kopi Lela oleh calon Gubernur Maluku, Said Assagaff dan sejumlah pendukungnya pada Kamis pekan lalu langsung direspon Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia.

Rencananya AJI Indonesia dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers akan segera mengirim lima pengacara dari Jakarta untuk menangani kasus tersebut. Kasus ini resmi telah dilaporkan ke Polda Maluku usai kejadian itu.

Ada dua laporan yang disampaikan ke polisi, yang pertama soal penganiayaan dan kedua soal upaya menghalangi tugas waratwan sebagaimana diatur dalam undang-undang pers Nomor 40 Tahun 1999.

“AJI Indonesia dan LBH Pers akan segera mengirim lima pengacara untuk mendampingi para korban dalam kasus ini,” kata Sekretaris AJI Kota Ambon, Nurdin Tubaka kepada Kabar Timur, Minggu kemarin.

Dia menyebut kasus yang menimpa Ketua AJI Ambon, Abdul Karim Angkotasan dan wartawan Rakyat Maluku, Sam Usman Hatuina saat ini telah menjadi perhatian AJI Indonesia, karena itu pihaknya akan mengawal kasus tersebut hingga tuntas sampai ke pengadilan.

“Ini menyangkut kewibawaan dan harga diri kami sebagai jurnalis, karena itu apapun konsekwensinya kami bersama AJI Indonesia telah bulat untuk mengawal kasus ini hingga tuntas,”ujarnya.

Kasus ini pun ikut mendapat  respon dari berbagai pengurus AJI di Indonesia,  sejauh ini puluhan pengurus AJI se-Indonesia telah menyampaikan kecaman atas kasus tersebut dan mendesak agar para pelaku dapat segera diproses sesuai hukum yang berlaku.  (Kabar Timur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>