Published On: Mon, Nov 14th, 2016

Setubuhi Paksa Siswi SMK Penahanan Bripka Yansen Dialihkan ke Ditreskrimum

Share This
Tags

pemerkosaan__-630x3301Dipastikan hari ini Senin (14/11), penahanan Bripka Yansen Maitimu dialihkan ke Ditres­krimum Polda Maluku untuk mem­permudah pemeriksaan kasus­nya yang menyetubuhi siswi SMK Kairatu secara paksa.

Direktur Reskrimum Polda Maluku, Kombes Pol. Gupuh Se­tiyono kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, Sabtu (12/11) mengatakan, Bripka Yansen sudah ditangkap dan ditahan oleh Propam Polda Maluku di Rutan Tantui, namun untuk kepentingan proses hukum akan dialihkan ke Ditreskrimum.

“Yang bersangkutan sementara penahanan oleh Propam, Senin  baru dialihkan ke Reskrim untuk proses hukum pidananya. Untuk pasalnya kita masih pakai perse­tubuhan dengan ancaman ataupun bujuk rayu namun dari pemerik­saan nantinya baru akan kita kembangkan lagi,” jelas Setiyono.

Saksi dan korban sudah dipe­riksa, namun kata Setiyono, tidak menutup kemungkinan ada saksi lagi yang diperiksa.

“Korban dan saksi-saksi sudah diambil keterangannnya, tidak menutup kemungkinan jika di­perlukan tambahan diperiksa lagi,” ujarnya.

Bripka Yansen Maitimu teran­cam pecat. Bhayangkara Pembina Ke­amanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) di Desa Tihu­lela, Kecamatan Amalatu, Kabu­paten SBB ini diancam pasal 81 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Untuk diketahui, tindakan bejat lelaki yang sudah beristri dan me­miliki empat anak ini terhadap korban sebanyak empat kali. Pertama pada Rabu 28 September 2016. Kemudian 5 Oktober, berikutnya Minggu 30 Oktober  dan terakhir Senin 31 Oktober.

Siswi SMK di Kairatu ini tak berdaya menghadapi Bripka Yan­sen. Ia diancam akan dipukul jika tidak melayani nafsu bejatnya. Tak hanya itu, Bripka Yansen juga mengancam akan menghabisi korban kalau korban menceritakan perbuatannya kepada orang lain.

Perbuatan tak bermoral Bripka Yansen akhirnya terbongkar. Kor­ban bersama keluarganya lang­sung melaporkan  kasus yang men­­coreng institusi Polri ini ke Propam Polda Maluku dan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Maluku, Selasa (8/11).

“Empat kali dia lakukan itu. Dia datang selalu sudah bau minuman keras dan selalu mengancam saya. Jika tidak mengikuti ke­mauannya saya akan dipukul. Dia juga mengancam saya agar tidak boleh menceritakan masalah ini ke orang lain. Jika tidak, saya akan dibunuh,” ujar gadis 16 tahun ini kepada Siwalima, di Mapolda Maluku.

Untuk kepentingan proses hu­kum, korban juga sudah menjalani visum et repertum  di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Maluku.

Kepada Siwalima keluarga korban menunjukan tanda bukti laporan kasus ini ke Propam Polda sesuai Surat Tanda Penerimaan Laporan: STPL/127/XI/2016/Yan­duan tertanggal 8 November 2016 yang diterima oleh Bripka Hasan Asaule. Sementara laporan ke SP­KT sesuai Tanda Bukti Lapor (TBL) Nomor : TBL/328/XI/2016/SPKT ta­nggal 8 November 2016 yang diterima oleh Brigpol Andre Manuhua.

Keluarga korban berharap laporan mereka dapat diproses sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Tugas pokok Bripka Yansen Maitimu sebagai Bhabinkamtib­mas adalah melakukan pembi­naan masyarakat, deteksi dini, dan mediasi/negosiasi agar tercipta kondisi yang kondusif di desa/kelurahan. Hal ini sesuai pasal 27 ayat (1) Peraturan Kapolri Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pemolisian Masyarakat.

Salah satu kegiatan yang harus dilakukan Bhabinkamtibmas se­suai pasal 27 ayat (2) point e Perkap Nomor 3 Tahun 2015, yaitu mem­berikan perlindungan sementara kepada orang yang tersesat, kor­ban kejahatan dan pelanggaran. Namun perbuatan Bripka Yansen justru mencoreng institusi ke­polisian.  (Siwalima)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>