Published On: Tue, Nov 17th, 2015

Sitorus & Feri Tanaya “Tete Momo” Pulau Seram

Share This
Tags

korupsiMASOHI – Dua pemain kelapa sa­wit di Kabupaten Maluku Tengah ini ditengarai bermasalah. Sihar Si­to­rus dan Feri Tanaya dikenal licin ba­gai belut, sementara Pemda Ka­bu­pa­­ten Malteng tak berdaya dibuat­nya. Sebut saja Sihar, 14 poin te­muan pelanggaran olehnya telah di­re­­­komendasikan oleh DPRD sejak ta­hun 2012 tapi belum ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah kabupaten mau­­­pun provinsi. Sementara kabar mi­­­ring tentang Feri Tanaya, konon dia tidak  memiliki Ijin Pemanfaatan Ka­yu (IPK).

Faktanya, dia pernah digugat oleh Dinas Kehutanan Malteng, tapi Feri justru menang di PTUN Am­bon. “Mangkali Feri skiper atau Feri galala Ambon kah, ini Fe­ri Tanaya loh, dia dengan Sitorus itu Tete Momo pulau Seram. Tete Momok karena paling sulit di­sentuh hukum,” ujar Ketua LSM Pu­kat Seram Fahri Asyathri, Senin (16/11).

Pelanggaran ditemukan dalam kunjungan on the spot yang di­la­kukan DPRD Malteng periode se­belumnya ke PT Nusa Ina Grup. Kun­jungan ke lokasi perusahaan itu melahirkan rekomendasi DPRD Ka­bupaten Malteng, ditandatangani oleh Ketua DPRD waktu itu Azis Mahulette.

Rekomendasi ini keluar pada 16 Oktober 2012. Dengan nomor, 503/rek/08/2012 Tentang  Penghentian Se­luruh Kegiatan Operasioanl Nusa Ina Grup di kecamatan Seram Utara Ba­rat. Berisi 14 poin rekomendasi untuk ditindaklanjuti oleh Pemda Ka­bupaten Malteng.

Yang paling serius adalah ke­rusakan lingkungan akibat pem­ba­batan hutan yang diduga dilakukan tan­pa ijin. Dimana lahan yang dimasuki diobok-obok, pohon yang ada dibabat habis tanpa ijin penebangan kayu (IPK).

Beberapa butir rekomendasi ini menyangkut kelengkapan doku­men yang tidak dimiliki selama pe­rusahaan beroperasi. Yaitu do­kumen Analisis Mengenai Dam­pak Lingkungan (AMDAL), ijin pene­bangan kayu, ijin pertam­ba­ngan, ijin pelistrikan, ijin penggunaan galian C, ijin tampung BBM.

Selain ketiadaan kepemilikan se­jumlah ijin dan kerusakan ling­ku­ngan yang sangat parah pem­ba­batan pohon. DPRD menemukan pena­naman sawit pada kemiringan 40 derajat, dan di lahan sengketa an­tara negeri Karlutu dan Negeri Pa’a.

Lalu, pembagian hasil sawit dengan prosentase 70 persen untuk Nusa Ina dan 30 persen untuk pemilik lahan tidak dilandasi surat perjanjian. Sedang dua butir temuan lainnya yaitu, pembayaran pajak galian C tidak sesuai hitungan dan penggunaan BBM tidak dilaporkan.

Dampak lingkungan adalah ancaman longsor dan banjir bandang akibat penebangan. Rekomendasi DPRD, agar dilakukan  konservasi secara besar-besaran. Tapi ironis, sampai sekarang tidak ada ke­pedulian pihak-pihak terkait, baik instansi teknis Pemda maupun PT Nusa Ina sendiri menindaklanjuti rekomendasi tersebut. Bahkan PT Nusa Ina Grup sampai hari ini tetap beroperasi.

Beda lagi Feri Tanaya, pialang kayu ini disebut-sebut ikut main di kebun-kebu sawit. Yang jelas, setelah total kayu yang ditebang 2500 kubik di lahan Desa Wailulu, Kecamatan Seram Utara Barat tanpa mengantongi ijin penebangan kayu (IPK) dia digugat oleh Di­nas Kehutanan dan Perkebunan Ka­bupaten Malteng pada tahun pada tahun 2012 lalu.

Ceritanya, karena dinilai me­langgar dia ditegur Bupati Malteng Abdullah Tuasikal. Tapi Feri tak mengindahkan. Lalu melalui SK Kadis Kehutanan dan Perkebunan Feri dituntut membayar denda Rp 2,1 miliar. Meski belakangan SK itu dirubah dengan denda diturunkan menjadi Rp 1,6 miliar. Tapi bukannya datang membayar denda karena nilainya turun sekian, Feri Tanaya balik  menuntut Dinas Kehutanan yang dipimpin Latif Ohorella ke PTUN Ambon.

Konon sebelum bermain di ke­bun sawit, Feri pada tahun 2007 mengajukan ijin penanaman jam­bu mete. Tapi tiba-tiba dirobah menjadi ijin kebun sawit. Dimana total kayu yang ditebang mencapai 2500 kubik. (KTA)

About the Author

-

Displaying 2 Comments
Have Your Say
  1. joe says:

    Eek lu buat berita, orang buat investasi sawit buat daerah lu maju, untung nya tipis, lu mau rakyat lu gak makan, coba lu pikir invest sawit lebih dari 12 tahun playback periode nya. Mikir lu buat berita, masih untung ada invest ke daerah lu. Pengusaha lokal indo yang invest lagi dari pda punya orang luar negeri.

  2. Joe Begoloe says:

    Jangan anda bicara sembarangan joe…
    Itu pembalakan kayu secara tidak langsung, kau ini cetek pikiran dan pengetahuanmu. putar sedikit otakmu, bukan hanya sawit yg bisa utk memakmurkan maluku.
    Lihat di jawa timur, hasil ikan bisa buat makmur Jatim.
    joe pakelah se sentimeter otakmu itu…

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>