Published On: Tue, Apr 3rd, 2018

Skandal Ijazah “Palsu” Plt Walikota Tual Dibongkar

Share This
Tags

Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Tual diduga terbelit skandal ijazah palsu miliknya. Salah satu LSM telah mengadukan yang bersangkutan ke pihak kepolisian. Mereka meminta polisi mengusut dugaan pemalsuan itu.

Adalah Hamid Rahayaan. Plt Walikota Tual ini, secara resmi telah dilaporkan LSM Lingkar Pulau Kei (LPKN), ke Polres Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), sejak 12 Februari 2018, lalu, kendati progres penanganan dari kasus itu belum beranjak.

Belum adanya progres serius dari Polres Malra terkait  ijazah palsu yang dimiliki Hamid Rahayaan, George,  Sekretaris Jenderal (Sekjen), LSM LPKN, ini berharap kasus ini diambil alih Polda Maluku dan Maluku Utara.

“Ini dugaan kejahatan lintas provinsi yakni Provinsi Maluku dan Maluku Utara, dimana  dua ijazah milik yang bersangkutan itu kita duga palsu,” kata George. Menurutnya, dugaan itu menguat  menyusul administrasi berupa bukti-bukti ijazah untuk pengangkatan yang bersangkutan sebagai Plt Walikota Tual  disisa periode 2013-2018 bermasalah.

Ijazah milik Hamid Rahayaan bisa diduga secara terang palsu. “Ijazah SMP Hamid Rahayaan tidak ada. Dalam memenuhi administrasinya Hamid menggunakan surat keterangan pengganti ijazah. Tapi surat keterangan tersebut ditanda tangani oleh kepala sekolah yang sudah tidak aktif dan berlaku surut di tahun 2018, sementara proses surat tersebut di tahun 2017,” beber George.

Dikatakan, surat keterangan pengganti ijazah yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah yang sudah tidak aktif lagi, menjadi indikator kuat bila ijazah yang bersangkutan benar bodong alias palsu. “Fakta ini memperkuat dugaan kami tentang ijazah SMP Hamid Rahayaan bodong, karena ditandatangani oleh Kepsek yang tidak lagi menjabat kepala sekolah,” tambah George.

Tidak hanya itu, sambung George, sudah surat keterangannya ditandatangani mantan Kepala Sekolah dengan masa berlaku surut, juga pada surat tersebut tidak menggunakan cap wilayah sesuai aturan regulasi yang ada. “Jadi tidak ada pengesahan dari Dinas pendidikan maupun Departemen Agama wilayah, karena ijasah milik Hamid Rahayaan  itu berasal Madrasah,” terangnya.

Tidak hanya ijazah Madrasah yang diduga bodong.  Tapi, ijazah SMA  juga diduga bodong. Bagaimana tidak, lanjut dia, pada salah satu keterangan disebutkan pendidikan terakhirnya Hamid Rahayaan di Ternate, Maluku Utara. Kendati yang bersangkutan memiliki ijazah SMA di Yapit Tual.  Anehnya, kata dia, pengesahan terhadap ijazah itu dilakukan di Ternate.

“Atas kejanggalan ini, setidaknya perlu mendapat perhatian seriuas Kapolda Maluku bekerjasama dengan Polda Maluku Utara untuk melakukan penyelidikan serius. Ini kami laporkan, karena dalam investigasi kami terkait dengan kepemilikan ijazah Pak Hamid Rahayaan terdapat sejumlah kejanggalan yang butuh tindak lanjut pihak kepolisian,” bebernya.

Menurutnya, sekalipun membuat surat keterangan kelulusan asal sekolah Madrasah, harus disertai dengan pengesahan dari Kementerian Agama maupun dan Dinas Pendidikan. Tetapi dalam Keterangan tersebut tidak ada dan itu yang memperkuat dugaan telah terjadi pembuatan ijazah palsu yang dilakukan Rahayaan.

“Kami mendesak pihak kepolisian dan pihak terkait segera melakukan pemeriksaan, baik sekolah yang mengeluarkan ijazah itu, maupun Pak Hamid Rahayaan,” tambahnya menutup.

Hingga berita ini dicetak, Plt Walikota Tual Hamid Rahayaan yang berusaha dikonfirmasi Kabar Timur via telepon selulernya, tidak terhubung. Sejumlah nomor kontak, miliknya tidak tersambung alias of. (Kabar Timur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>