Published On: Sun, Jul 20th, 2014

SMKN7 Ambon Andalkan Teknik Komputer dan Multimedia untuk Pengembangan IT

Share This
Tags

smk 7 ambonSebagai sekolah kejuruan favorit, SMK Negeri 7 Ambon memprioritaskan juga pada pengembangan program mata pelajaran keahlian teknologi informasi komputer.

Pengembangan program yang berbasis IT ini, kemudian dibagi atas dua mata pelajaran, yakni teknik computer dan jaringan serta multi media.

Keberadaan kedua program ini, sangat mendukung predikat sekolah yang berlokasi di kawasan Talake itu, sebagai ICT center bagi Dinas Pendidikan dan Olah raga untuk kota Ambon.

Kepala sekolah SMKN 7 Drs. Saiful, M. MPd. yang ditemui Berita Maluku di ruang kerjanya pada Sabtu (19/7), menjelaskan, sebagai ICT center, tugas sekolahnya adalah memback-up Data Pokok Pendidikan Menegah (Dapodikmen), serta data lainnya, yakni data tentang guru, siswa, dan data infrastruktur sekolah-sekolah menegah di wilayah kerjanya.

Dirincikan oleh kepsek yang menjabat sejak April lalu ini, tujuan dari program teknik computer dan jaringan itu adalah menjadikan sisiwa sebagai teknisi pemula.

“Yaitu bagaimana, merakit computer, pembuatan jaringan Local Area Network (LAN), pembuatan jaringan untuk password Wi-Fi dan sebagainya. Sedangkan untuk multimedia, lebih diprioritaskan untuk membuat desain yakni desain websait, Animasi, dan desain grafis.

Dituturkan oleh Saiful, kedua program ini, sangat diminati oleh para calon siswa. “Dari beberapa tahun terakhir ini, dari semua program yang paling tinggi peminatnya tentu kedua program tadi,” pungkasnya.

Saiful mengakui, sebagai program unggulan, keberadaan kedua program tersebut telah mengangkat prestise dari SMKN 7, pasalnya program teknik computer dan jaringan serta multimedia telah dikategorikan dalam mata pelajaran produktif pada era Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), tetapi saat ini, yakni dalam kurikulum 2013, keduanya tergabung dalam kelompok C3.

Menurut Syaiful, sebagai mata pelajaran vocasional yang lebih mengutamakan ketrempilan dan skill, maka dalam seminggu perlajaran teknik computer dan jaringan serta multimedia, diajarkan dalam tiga kali pertemuan.

“Karena yang namanya SMK, paling tidak harus 70 persen praktek dan 30 persen teori. Memang ini diharapkan supaya tamatan siswa SMK, ketika lulus dapat mandiri menciptakan lapangan kerja sendiri,“ kunci Saiful.

Menurut pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepsek SMK Muhamadiah ini, terkait teknologi informasi, ada juga mata pelajaran pendukung, yakni kelompok adaptif yang dikenal dengan nama KKP.

Dijelaskan olehnya, kelompok ini adalah kumpulan mata pelajaran yang mengadapatasi mata pelajaran produktif.

“Jadi sebelum masuk pada mata pelajaran produktif, yang mengusung keahlian khusus, mereka (siswa) harus memahami dasar-dasar yang terangkum dalam KKP ini,“ jelasnya.

Ia membeberkan, pada teranyar saat ini, progran KKP telah terintegrasi dalam setiap mata pelajaran yang dikenal dengan simulasi digital.

“Dengan adanya program ini, akan memberikan inovasi dan kreatifitas kepada guru untuk menciptakan media-media pembelajaran dengan mata pelajaran yang ada dalam simulasi digital tersebut,“ kunci Saiful. (Beritamaluku)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>