Published On: Tue, Dec 15th, 2015

Soal Hasil Seleksi Sekda Maluku – Sam : Mungkin Tuhan Punya Maksud Lain

Share This
Tags

sam-latuconsina-copy1Wakil Walikota Ambon, MAS Latuconsina akhirnya angkat bicara soal hasil seleksi jabatan Sekda Maluku oleh Tim Penilai Akhir (TPA) di Jakarta yang telah beredar luas.

Meski hingga kini surat kepu­tusan perihal Sekda Maluku belum ditandatangani Presiden Joko Widodo, namun Sam sapaan akrab Latuconsina akhirnya mau ber­bicara soal hasil akhir seleksi Sekda Maluku itu.

Kepada sejumlah war­tawan di Ambon, Senin (14/12), Sam secara spontan me­nunjukan keikhlasan dan sikap bijak sebagai calon pemimpin muda Maluku ke depan.

“Saya mau bilang. jabatan itu sebuah amanah. Selain itu, jangan lupa, jabatan itu tidak lepas dari kehendak Tuhan sang pencipta. Jadi kalau saat ini saya belum berhasil, mungkin ada maksud Tuhan buat saya di tempat lain,’’ ungkapnya.

Sam lantas menjelaskan, sejak awal sebelum seleksi Sekda Maluku bergulir, melalui media massa dirinya telah menyampaikan jika dirinya diberi amanah untuk mengemban jabatan tersebut maka dirinya tidak akan menolak.

Namun jika jabatan itu bukan diamanahkah kepadanya maka dirinya juga menerima dengan ikhlas. “Sebelum seleksi Sekda Maluku digelar, saya ditanyai soal keinginan untuk menjadi Sekda, saya kemudian sampaikan bahwa jabatan itu amanah. Kalau saya dipercayakan maka saya akan mengembannya, jika tidak, berarti jabatan itu bukan diamanahkan kepada saya untuk mengemban­nya,” ungkapnya.

Dikatakan saat memutuskan un­tuk mengikuti seleksi Sekda Maluku, dirinya meminta izin langsung ke­pada Walikota Ambon Richard Lou­henapessy termasuk juga kepada Gubernur Maluku Said Assagaff.

“Setelah memperoleh izin, saya mengikuti seleksi dengan mendaf­tarkan diri, kemudian diseleksi oleh Pansel bentukan Pemprov Maluku. Jadi bukan tiba-tiba saya langsung mengikuti seleksi, tapi melalui pentahapan, sesuai dengan meka­nisme yang berlaku,” katanya.

Terkait rumor adanya ‘pemaksaan’ dirinya untuk mengikuti seleksi Sekda Maluku, dengan tegas ia katakan, ti­dak ada pemaksaan, dipaksa, atau memaksakan diri. Pasalnya, sebelum mendaftarkan diri mengikuti seleksi Sekda Maluku tentunya dirinya harus terlebih dahulu memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Dan karena per­syaratan yang diisyaratkan Pansel itu dipenuhi, dirinya langsung daftarkan diri.

“Buktinya hasil seleksi dari tujuh pendaftar yang mengikuti seleksi sekda, tiga nama kemudian diajukan ke Mendagri dan salah satu adalah nama saya, kemudian dilanjutkan ke Tim Penilai Akhir (TPA) yang diketuai Presiden Joko Widodo, dan telah memutuskan satu nama,” ungkapnya.

Soal hasil putusan TPA, ia me­minta untuk menanyakan langsung kepada Gubernur Maluku Said Assagaff.

“Hasil putusan TPA, silahkan ditanyakan langsung kepada Pak Gubernur, karena beliau sudah tahu. Tapi bagi saya sekali lagi jabatan itu amanah. Jika tidak memperoleh jabatan tersebut mungkin Tuhan telah menyiapkan tempat pengabdian saya yang lain. Kita jalani saja semuanya dengan ikhlas dan syukur,” tegasnya lagi..

Sebelumnya ramai diberitakan media terkait hasil rapat TPA di Jakarta, yang akhirnya menetapkan Hamin bin Taher (Kepala Biro Pemerintahan Setda Maluku) dari sekian nama yang diajukan sebagai Sekda Maluku menggantikan Ros Far Far. Namun Gubernur Maluku Said Assagaff mengaku, dirinya belum menerima SK Penetapan Sekda Maluku tersebut.

Kepada wartawan di Ambon, Minggu (6/12), Gubernur menegas­kan bahwa terkait penetapan Sekda Maluku memang sudah dirapatkan oleh TPA di Jakarta, namun dirinya belum menerima secara resmi keputusan rapat tersebut.

‘’Memang sudah dirapatkan, tapi saya belum menerima secara resmi hasil keputusan rapat tersebut. Tapi apa yang disampaikan di koran, ya, seperti itu keputusannya. Namun secara resmi saya belum. terima,’’ katanya.

Kandidat Sekda Maluku yang berproses yaitu MAS Latuconsina (Wawali Ambon), MZ Sangadji (Asis­ten Pengembangan Ekonomi, Investasi, Keuangan dan Admini­strasi Pembangunan Setda Maluku), Hallatu Roy Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Ekonomi dan Pem­bangunan), Hamin Bin Tahir (Karo Pemerintahan Setda Maluku), Umad Muhammad MM (Kadis Kehutanan Kabupaten Buru), Meikyal Pontoh (Kadis Kesehatan Maluku) dan Hendrik Koedoeboen (Staf Balai Besar Kehutanan Makassar). (Siwalima)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>