Published On: Wed, Mar 30th, 2016

Supir Minta Pemkot Ambon Kembalikan Fungsi Terminal

Share This
Tags

angkot-di-ambonPuluhan supir angkutan kota (Angkot) meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon untuk mengembalikan fungsi terminal Mardika sebagai tempat untuk menurunkan dan menaikan penumpang.

“Terminal Mardika sebagai tempat menaik turunkan penumpang saat ini telah beralih fungsi menjadi lokasi bisnis oleh oknum tertentu,” kata koordinator lapangan persekutuan supir Angkot terminal Mardika, Roy Hahua, di Ambon, Rabu (30/3).

Ia menyatakan, para pedagang tidak lagi menggunakan kios untuk berjualan, tetapi menjadikannya sebagai lahan bisnis karena mendapat dukungan dari oknum tertentu.

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang ditugaskan di terminal hanya bertugas hingga pukul 17.00 WIT, selanjutnya terminal tidak lagi terurus dan berdampak pada timbulnya kemacetan.

“Kami sebagai supir Angkot tidak merasa nyaman maupun mendapatkan kebebasan untuk melakukan aktivitas, karena retribusi yang dipungut setiap hari sebesar Rp6.000 sebagai retribusi parkir justru dimanfaatkan oleh para pedagang,” katanya.

Selain itu kebijakan Pemkot Ambon membangun pangkalan speed boat jurusan Mardika – Kota Jawa dan Wayame melintasi Teluk dalam Ambon di depan terminal merugikan pelaku jasa Angkot.

“Para penumpang cenderung menggunakan jasa speed boat daripada Angkot karena dinilai lebih cepat, hal ini tentunya sangat merugikan para supir,” ujarnya.

Roy menyatakan, pihaknya menyampaikan sejumlah permintaan kepada Pemkot Ambon sebagai bahan pertimbangan yakni membersihkan areal terminal dari para pedagang, dan menempatkan Satpol PP mulai pukul 09.00 – 21.00 WIT.

Pihaknya juga meminta Pemkot Ambon untuk menghentikan penerbitan izin trayek baru, karena kapasitas terminal Mardika tidak mampu lagi untuk menampung Angkot.

“Kami juga meminta Pemkot Ambon membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi terhadap oknum staf Dinas Perhubungan (Dishub) Ambon yang menerbitkan izin trayek dengan harga mencapai Rp15 juta – 35 juta,” katanya.

Selain itu Pemkot Ambon juga diminta untuk melakukan sweeping Angkot yang ada di dalam terminal, karena ada sejumlah angkutan yang memiliki izin trayek ganda , bahkan tidak memiliki kartu pengawasan.

“Kami meminta Pemkot Ambon bekerjasama dengan Ditlantas Polres pulau Ambon untuk menempatkan personil di terminal Mardika guna mencegah terjadinya parkiran liar,” kata Roy.

Diakuinya, seluruh permintaan yang disampaikan diharapkan menjadi perhatian Pemkot Ambon untuk ditindaklanjuti dengan baik Sementara itu Wakil Wali Kota Ambon, Sam Latuconsina menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap kinerja aparatur Dinas Perhubungan serta pengusaha Angkot.

“Seluruh permintaan akan menjadi bahan masukan serta evaluasi bagi Pemkot Ambon. Kami akan melakukan penertiban sehingga tolong memberikan waktu satu minggu setelah pertemuan ini,” tandasnya.(tribunmaluku)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

BALAGU.COM - Berita Informasi Maluku