Published On: Fri, May 29th, 2015

Syarat Punya Anak oleh Dukun asal Salahatu Begini; Terlentang, Diraba, Pencet dan Kenyot

Share This
Tags

thumb_189242_11570020052015_1426521565999314102Bagi yang ingin dikaruniai momongan, nasehatnya, serahkan semua kepada Tuhan, bukan melakukan hal-hal mistik apalagi ke dukun. Jika tidak, mungkin kasus yang menimpa MA (35) bisa jadi pelajaran. Ibu muda asal Desa Batu Merah, Kota Ambon ini mendapat tindakan asusila hanya karena berobat ke dukun, HP, yang tinggal di salah satu Desa, di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Karena bertahun-tahun belum juga diberi anak, ibu muda ini memutuskan berobat ke HP. Korban mendapat informasi kalau HP bisa mengobati berbagai jenis penyakit, salah satunya, maaf, mandul. Tanpa banyak pertimbangan, korban berangkat dengan JW, sahabatnya yang juga ikut merekomendasi.

Saat sampai dan menyampaikan maksudnya, HP menerima pasiennya itu dengan senang hati. Korban disuruh masuk ke ruangan prakteknya dan berbaring di ranjang. Sebagai ritual awal, HP mulai bermain tangan. Pasiean yang memiliki tubuh molek itu tidak disia-siakan. Dukun cabul itu mulai meraba-raba bagian vital korban kemudian pencet-pencet. Katanya syarat.

ilustrasi dukun

Bukan cuma itu, mulut HP juga ikut-ikutan bertualang di tubuh korban. Dari atas sampai ke bawa. HP benar-benar memanfaatkan kesempatan tersebut. Aksi itu dilakukan pukul 16.30, Minggu (24/5) kemarin.

Tidak terima oleh perlakuan dukun, korban kemudian melaporkan tindakan asusila itu ke polisi.

Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pp Lease Iptu Meity Jacobus yang dikonfirmasi mengatakan, korban telah melaporkan kasusnya ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak.

Diceritakan, saat itu JW mengatakan kepada korban kalau HP pandai mengobati kandungan. Korban merasa tertarik. Korban pun mengajak JW ke Salahutu untuk mengobati kandungannya.

Sampai di rumah pelaku, korban disuruh masuk ke kamar dan juga pelaku menyuruh korban berbaring, kemudian terjadi tindakan asusila tersebut.

“Atas perbutan pelaku, HP akan dikenai Pasal 289 KUHP dengan ancaman hukuman penjara diatas 5 tahun. Kini korban telah dimintai keterangan. Nanti pelaku juga akan dipanggil untuk diperiksa. Kalau terbukti langsung diproses,” terang Meity. (IO)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>