Published On: Wed, Jan 10th, 2018

Tak Akomodir HL Jadi Wakil, MI Mengaku Bukan Hianati

Share This
Tags

BAKAL calon Gubernur Maluku, Irjen Polisi Drs. Murad Ismail yang me­nga­wali proses dalam perebutan reko­mendasi partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) bersama Ketua Dewan Pim­pinan Daerah (DPD) partai Gerindra Maluku, Hendrik Lewerissa, kandas di tengah jalan.

Pasalnya, Hendrik Lewerissa (HL) yang awal­nya digadang-gadang bakal mendampingi Dankor Brimob Polri itu sebagai wakil Gubernur, kini kandas setelah Murad Ismail (MI) ditakdirkan berpasangan dengan Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Barnabas Orno. Proses yang pada akhirnya disandingkan dengan Barnabas Orno sebagai Pasangan Calon Gubernur Maluku dan wakil Gubernur Maluku itu diakui oleh MI bukanlah merupakan proses pengkhianatan terhadap Partai Gerindra, Namun itu adalah bagian dari keniscayaan dalam dinamika politik yang berjalan.

“Saya bukan tipe orang penghianat, dan bagi saya Gerindra merupakan partai yang sudah lama berproses dengan saya. Untuk itu, jika terpilih saya akan membuat semua orang Maluku merasa bangga sebagai orang Maluku, dan tidak akan melupakan, semua amanat partai yang telah diberikan kepada saya,” ujar MI usai menerima Rekomendasi Gerindra.

MI mengakui, proses yang selama itu berjalan dengan baik bersama dengan HL. Meskipun kemudian tidak ditakdirkan berpasangan dengan HL dalam Pilgub Maluku, namun masalah tersebut telah diterima dengan baik oleh HL. Karena sebelum dikeluarkannya rekomendasi Partai Demokrasi Indonesia (PDI Per­juangan) kepada pasangan MI-Orno, HL telah siap menerima semua keputusan terkait siapa saja yang akan mendampingi.

“Saya dan pak Hendrik sudah mendapatkan reko­mendasi Gerindra sebelum dikeluarkan PDIP. Tapi, saya meminta kepada pihak Gerindra untuk tidak mengumumkannya. Sebab, waktu itu, saya mengatakan kepada pak Hendrik kalau, semua keputusannya ada di PDIP. Pak Hendrik juga sangat tidak keberatan dan menerima semua keputusan, hing­ga kemudian mengeluarkan rekomendasinya,” terangnya.

Kalau soal rumornyang beredar tentang dirinya dan HL tidak melakukan komunikasi lantaran meng­gandeng Orno, Dia (MI) menilai, isu tersebut hanya permainan politik yang sengaja dilakukan untuk merusak hubungannya dengan partai Gerindra, lebih khusus lagi dengan ketua DPD partai Gerindra Maluku.

“Setelah saya ditetapkan berpasangan dengan pak Orno, komunikasi bersama pak Hendrik sa­ngat terjaga, bahkan pak Hendrik sendiri mengatakan partai Gerindra akan memberikan rekomendasi kepada saya dan pak Abas. Dan semua itu terbukti. Dimana pak Hendrik telah menepati janjinya dengan rekomendasi Gerindra yang tetap memberikan rekomendasi kepada saya,” tandasnya. (Rakyat Maluku)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>