Published On: Thu, Jan 22nd, 2015

Tak Bayar Sewa, Kantor Kesra SBB Disegel

Share This
Tags

SBB-copyNasib apes dialami oleh beberapa PNS Kabu­paten Seram Bagian Barat yang berkantor di Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekre­tariat Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat.

Saat tiba di kantornya, Rabu (21/1), ternyata mereka hanya mampu mencapai teras kantor dan karena kantornya disegel.

Penyegelan kantor dilaku­kan oleh Herry Manuputty, pemilik bangunan yang se­lama ini disewa untuk dijadi­kan kantor Kesra Setda SBB. Hal itu dilakukan Manuputty, sebagai dampak dari tidak dibayar­kannya uang sewa bangunan oleh Bagian Kesra Setda SBB.

Sesuai surat perjanjian de­ngan nomor 012.6/834 tahun 2014 tentang kontrak sewa menyewa rumah untuk akti­fitas perkantoran, pihak per­tama atas nama Sekretaris Daerah Mansur Tuharea  dan pihak kedua atas nama Re­mon Manuputty (pemilik ba­ngunan) telah sepakat untuk membuat dan melaksanakan perjanjian kontrak sewa me­nyewa rumah yang diguna­kan sebagai tempat dan akti­fitas kantor pemerintah.

Adapun kesepakatan yang terurai dalam pasal-pasal surat perjanjian tersebut, salah satunya pada pasal 3 ayat (1) mengenai harga kontrak yaitu dengan nominal Rp 15 juta per tahun.

Lamanya kontrak sewa menyewa rumah tersebut se­lama satu) tahun. Harga kon­trakan dapat berubah apabila telah jatuh tempo terakhirnya masa kontrak dan diper­panjang kembali bila masih dibutuhkan pihak pertama dengan perse­tujuan kedua belah pihak.

Herry Manuputty (kakak Re­mon Manuputty)  kepada war­ta­wan di Piru, Rabu (21/1) me­ngatakan langkah penye­gelan kantor itu merupakan puncak kekecewaannya kepa­da pihak Pemkab SBB karena hingga saat ini belum juga dapat melunasi harga sewa bangunan.

“Selama ini kita hanya me­ngikuti apa maunya pemkab. Mereka bilang nanti dulu. Kita ikuti apa mau mereka. Namun tadi saat diminta ada salah satu staf Bagian Umum dan Perlengkapan Setda SBB bilang sudah dibayar. Namun ternyata di dalam keluarga tidak ada satupun yang meng­aku menerima. Bukan itu saja, dalam kontrak nominalnya Rp 15 Juta, namun yang mereka mau bayar hanya Rp 4 juta. Ini bangunan satu buah rumah yang didalamnya ada 4 kamar dan kamar mandi,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Bagian Umum dan Per­lengkapan Setda SBB, L Puttileihalat kepada wartawan mengatakan pihaknya masih mencari solusi untuk meng­atasi masalah tersebut.

“Bagian Umum dan Kabag Kesra sedang mencari solusi untuk mengatasi masalah ini. Mungkin kita cari dari luar dulu, setelah ada pencairan tahun 2015 ini baru kita selesaikan semuanya,” ujarnya. (S5)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>