Published On: Tue, Jan 2nd, 2018

Tak ‘Becus’, Pejabat Pemkot Ambon Diganti

Share This
Tags

Rolling jabatan di tubuh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon secara resmi dilakukan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, pada penghujung Tahun 2017.

Dalam pergantian ini, Walikota Ambon, mempercayakan Asisten III Bidang SDM Pemkot Ambon, Dr. Fahmi Sallatalohy, sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, menggantikan Romeo Soplanit. Sedianya dikira pergantian juga dilakukan terhadap Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Ambon, Elkyopas Silooy, karena kinerjanya yang kerap dikritisi anggota dewan, justru Elky aman-aman saja.

Dua jabatan Kadis yang diganti lainnya, Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Kadis Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, plus Kepala BPBD Kota Ambon. Pelantikan ini berbeda dari seluruh rangkaian rolling jabatan yang pernah dilakukan Walikota Ambon terhadap anak buah, lantaran pemilihan lokasi justru bukan di hotel atau kantoran, melainkan digelar di Pantai Hukurilla, Kecamatan Leitimur Selatan, pada 29 Desember 2017 lalu.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dalam sambutannya mengaku, beberapa pejabat yang digantikan tersebut karena alasan tidak becus dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. “Karena BPK memberikan koreksi yang sangat memalukan. Ada kecenderungan tapi tidak berupaya memperbaiki kelemahan yang dialami. Dan kalau tidak diambil maka dikira walikota mentolelir kesalahan itu,” tegas Walikota Ambon, saat memberikan sambutan.

Meski tidak menyebutkan nama pejabat yang digantikan, Walikota Ambon tetap optimis, bahwa pejabat baru yang dilantik ini memiliki integritas baik dan profesional, sehingga layak untuk menduduki jabatannya.

Sementara untuk para pejabat yang masih dipertahankan pada kursinya termasuk Sekwan Kota Ambon, merupakan pejabat yang loyal dan mampu menjalankan peran dan fungsinya dengan baik. Meski kenyataannya, bahwa kinerja Sekwan Kota Ambon kerap dipertanyakan oleh sejumlah anggota DPRD Kota Ambon, termasuk soalan kunjungan kerja Walikota Ambon bersama rombongan ke Belanda, yang mengikutkan salah satu Aleg bukan sebagai Wakil Walikota Ambon.

Terkait pelantikan ini, lanjut Walikota, saat ini seluruh jabatan eselon II yang telah melaksanakan assessment, dilantik kembali sesuai dengan peraturan dan undang-undang kepegawaian. Karena itu baik yang bergerak dan tetap dalam jabatan seluruhnya dilantik sebagai konsekuensi dari proses asesment yang telah dilakukan. “Dalam pelantikan ada pejabat yang belum dilantik karena, belum mengikuti assesmen, banyak pejabat yang dalam keterangan akan diangkat pada jabatan lainnya.”

Setelah ini, tepat pada Januari 2018, Walikota Ambon mengakui juga akan melantik sejumlah pejabat Eselon III yang telah melewati proses assesment untuk jabatannya. “Yang diangkat kemudian akan diberikan kesempatan untuk mengikuti proses struktur organisasi yang ada.” Kata dia, ada beberapa pimpinan yang tidak lagi bersama.

Artinya ada yang mengundurkan diri maupun meminta mutasi ke sejumlah daerah hingga meminta pindah ke instansi lain. Sehingga akan diberikan pertimbangan karena beralasan. Dasar pelantikan dan mutasi dilakukan, berdasarkan asas kepatutan dan kepantasan yang layak.

Oleh karena itu, ada beberapa OPD yang mengalami perubahan secara drastic, diantaranya kepala Keuangan, Sekretaris dan Kabid yang juga mengalami pergantian. Ia berharap, semua pejabat yang diangkat dapat bekerja sesuai tugas dan fungsinya. Agar terjadi peningkatan kinerja di lingkup lingkup Pemkot Ambon. “Semoga semua bisa bekerja dengan sukacita dan komitmen serta dengan kepercayaan yang diberikan,” tutup dia. (Rakyat Maluku)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>