Catatan Rudi
Perempuan !
Puisi berjudul perempuan, diibacakan oleh Sekretaris Kota Ambon Ny dr H. J. Huliselan di Lingkar Tugu Trikora Ambon, Senin (8/3), dalam aksi memperingati Hari Perempuan Internasional yang digagas aktivis perempuan, jurnalis dan seniman di Ambon.
Maluku-Malaka, Analogi Tidak Pas Tapi Perlu
Dari Malaka tiga orang beradik-kakak. Naik perahu dan tujuan datang ke Maluku. Di Tanjung Sole, perceraian dan perjanjian, waktu tiap moyang yang mendapat perjanjian.

Luka Anak, Luka Dunia
JALAN hidup Ronald bagaikan drama. Dari sebuah kampung yang semula damai di Halmahera Selatan, dia pergi ke Kota Ternate yang sedang dilanda perang. Setelah mengalami beberapa episode berat, bocah usia 10 tahun itu memasuki Ambon yang juga membara. Akil-baliknya dihabiskan di bawah dentuman bom dan asap api. Dia terluka lahir-batin, namun akhirnya menemukan jalan pulang ke kehidupan normal.
Ronald dan Nasir Abas bertemu di Ambon. Dua generasi dari dunia berbeda, sama-sama mampu menemukan jalan pulang ke kehidupan normal. (foto : rudi fofid)......................................................................................................................................
Kenangan Terakhir dengan Om Hanoch Luhukay
“Rud, saya mau ketemu Om Hanoch Luhukay. Mau ikut ?” katanya.
Kenangan Manis : PWI Maluku Beri Penghargaan pada Atlet Berprestasi
Maaf, ini bukan berita aktual........ Ini sekenang kedar-kedaran tiga tahun lalu.........
(GATRA)
PWI Maluku Beri Penghargaan pada Atlet Berprestasi
Ambon, 7 Pebruari 2006 15:18
PWI Cabang Maluku, Selasa memberikan penghargaan kepada sejumlah atlet, pelatih dan pembina olahraga terbaik dan berprestasi selama tahun 2005.
Pemberian penghargaan kepada para atlet, pelatih dan pembina olahraga berprestasi hasil seleksi Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI dalam rangka Hari Pers Nasional, 9 Februari itu, diserahkan langsung oleh Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu.
Memburu Dien Tamaela, Dari Menteng Sampai Tanah Kusir
Begitu lama mencari jejak perempuan bernama Dien Tamaela. Bermula dari perkenalan pertama puisi Chairil Anwar, semasa SD tahun 1976 di Bacan, Maluku Utara. Tahun 1985-1999, saya berdomesili di Jalan Dr Tamaela. Nama jalan ini selalu mengingatkan saya pada Dien. Barulah pada media Oktober 2009, saya akhirnya menemukan jejak Dien di Jakarta.
Menyambut Mahar Cinta Lelaki Laut
Di lautan Maluku
Ombak berkilau-kilau
Di bawah sinar bulan
Airnya gilang-gemilang
(Katje Hehanusa, Grup Rame Dendang, 1971)





