Published On: Wed, Oct 28th, 2015

Tenaga OS Akan Terus Lakukan Aksi Demo di PLN

Share This
Tags

Rencana aksi demonstrasi oleh tenaga Outsorching (OS) pada perayaan Hari Listrik ke 70 tanggal 27 Oktober 2015 di Maluku gagal, karena belum memasukan surat ke Unit-unit di PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara.

Namun demikian tenaga OS akan selalu berkoordinasi dengan Unit-unit di PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara, untuk melakukan aksi demo pada waktu yang tepat.

Demikian penegasan Koordinator tenaga OS PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Agus Melsadalam kepada wartawan di Ambon Selasa (27/10).

Sehari sebelumnya, kepada wartawan Melsadalam mengatakan akan melakukan aksi demo pada pelaksanaan Hari Listrik ke 70 pada 3 tempat berbeda yaitu; Kantor PLN Wilayah IX Maluku dan Maluku Utara dan dilanjutkan ke Kantor Gubernur Maluku dan Kantor DPRD Provinsi Maluku.

Tujuan aksi demo terkait dengan tidak ada perhatian pihak PLN dalam melihat status tenaga OS dan meminta pihak PLN agar  menghentikan perekrutan pegawai baru, serta penolakan tenaga OS ditangani oleh Pendor atau pihak kedua yang adalah PT. Simpatik Cahaya Abadi yang dipimpin Harun Tukuboya.

Mereka meminta pihak Pendor harus transparan terhadap hak-hak para tenaga OS karena dari informasi yang diperoleh, upah yang harus diterima oleh OS sesuai dengan kontrak  PLN kepada Pendor.

Diduga ada permainan antara PLN dengan Pendor, karena sesuai SK hak yang harus diterima tenaga OS Rp.3 juta lebih, namun upah yang diterima tenaga OS saat ini tidak sesuai dengan SK tersebut.

Dirincikan, upah yang diterima tenaga OS per bulan saat ini adalah Rp. 1.942.500, transpor Rp.120.000, apresiasi keterampilan Rp.100.000, ekstra fooding Rp.250.000, sehingga total sebesar
Rp.2.412.500 dan nilai ini tidak sesuai dengan Kontrak antara PLN dengan PT. Simpatik Cahaya Abadi.

Selain itu Melsadalam mempertanyakan kinerja Pansus yang sudah dibentuk bulan Oktober 2013 lalu, yang sampai sekarang tidak mampu memperjuangkan nasib tenaga OS di daerah ini.

“Kami akan melakukan aksi demo untuk memperjuangkan hak-hak kami dan aksi yang akan dilaksanakan itu diharapkan pihak PLN mau melihat status tenaga OS, serta tidak terus menempatkan tenaga OS di bawah Pendor (pihak ketiga), melainkan menempatkan OS langsung dibawah anak PLN,”harapnya.(Tribunmaluku)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>