Published On: Sun, Dec 20th, 2015

Ternyata Membeli T-50i Golden Eagle Perlu Restu Amerika Serikat

Share This
Tags

2175a0d4-0c1e-464b-ae0d-c3703ff4c88b_169Indonesia menjadi salah satu negara yang direstui Amerika Serikat membeli dan mengoperasikan T-50i Golden Eagle. Perusahaan pembuatnya, Korea Aerospace Industries (KAI), memang tidak bisa menjual jet tempur ini tanpa izin Amerika Serikat.

Pemerintah Amerika pada Oktober 2015 memblok rencana penjualan Golden Eagle ke Uzbekistan. Padahal KAI sudah nyaris berhasil menjual 12 unit T-50 ke negara pecahan Uni Soviet itu dengan transaksi senilai US$ 400 juta. “Pemerintah AS tidak menyetujui rencana ekspor ini, jadi kami harus berusaha meyakinkan Washington,” kata juru bicara KAI seperti dilansir Chosun Ilbo.

Amerika cemas penjualan itu berujung kepada kebocoran teknologi. Meski dibuat di Korea, produksi Golden Eagle dan variannya mendapat dukungan teknologi dari perusahaan Amerika Serikat, Lockheed Martin. Golden Eagle antara lain memakai sistem kendali penerbangan dan mesin rancangan Lockheed.

Selain itu, penjualan jet kepada Uzbekistan dianggap bisa mengganggu kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Menurut Chosun Ilbo, pemerintah AS cemas penjualan ke Uzbekistan akan memicu ketegangan di kawasan Asia Tengah.

Saat ini ada 16 unit Golden Eagle di Indonesia dan 24 unit di Irak. Sementara itu Filipina membeli 12 unit versi tempurnya, FA-50, yang diprotes keras oleh Cina yang tengah berkonflik dengan negara itu di Laut Cina Selatan.

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>