Published On: Mon, Nov 16th, 2015

Teror Berdarah Di Paris – Ini Profil Mostefai, Pelaku Penembakan dan Bom Bunuh Diri di Paris

Share This
Tags

55892b3e-ab27-4470-8b8a-502bdae89392_169Otoritas di Prancis menyebut Ismael Omar Mostefai sebagai salah satu pelaku penembakan dan bom bunuh diri di gedung pertunjukan Bataclan, Paris, pada Jumat (13/11/2015) lalu. Kepastian itu didapat oleh tim investigasi dari sidik jari pelaku.

Seperti apa profil Ismael Omar Mostefai, warga negara Prancis keturunan Aljazair?

Sebelum teridentifikasi sebagai pelaku penembakan dan bom bunuh diri, Mostefai (29 tahun) diketahui tinggal di Chartres, sebuah kota yang tenang dan bersejarah. Dari Paris kota ini berjarak 50 mil ke arah tenggara. Tepatnya 10 menit dari kawasan pusat kota La Madeleine.

Anggota Parlemen Paris dari Chartres Jean-Pierre Gorges menyebut sebelum melakukan aksinya, Mostefai menjalani program radikalisasi, salah satunya di sebuah masjid di ‘Paradise Street’.

Jean-Pierre Gorges adalah orang yang pertama kali menyebut Mostefai sebagai pelaku penembakan dan bom bunuh diri di gedung konser Bataclan.

Kepala Jaksa Investigasi Francois Molins membenarkan dugaan bahwa Mostefai telah menjalani program radikalisasi selama beberapa waktu. Namun dia tak bisa memastikan tempat Mostefai menjalani radikalisasi.

Persatuan Masjid di Paris membantah dugaan Jean-Pierre. Hal itu disampaikan oleh Wakil Presiden Persatuan Masjid di Paris, Karim Benaya.

“Itu (dugaan radikalisasi di masjid) sangat salah,” kata Benaya seperti dikutip detikcom dari CNN, Senin (16/11/2015).

Hal sama dikatakan oleh Presiden Persatuan Masjid di Paris, Abdalaah Benali.  Baik Benaya maupun Benali mengaku tak mengenal Mostefai.

Sejumlah orang yang ditemui CNN mengaku banyak warga  di lingkungan tempat Mostefai tinggal pergi ke Suriah selama 2012. Mereka umumnya pergi ke Suriah untuk berjihad.

Sayang identitas warga yang pergi ke Suriah bersama Mostefai tersebut tak diketahui.

Salah seorang teman masa kecil Mostefai yang tinggal di Courcouronnes, 40 mil dari Chartres, memberikan sebuah kesaksian. Menurut dia tak ada yang aneh dengan Mostefai semasa kecil. Layaknya anak-anak, Mostefai gemar bermain sepak bola.

Menginjak remaja, Mostefai memanjangkan rambutnya. Seorang teman masa kecil lainnya bernama Dem menceritakan bahwa setahu dia Mostefai tidak begitu religius.

Dem mengaku bertemu dengan Mostefai pada empat sampai lima tahun yang lalu. Sahabat masa kecil yang lain mengisahkan bahwa Mostefai adalah pribadi yang tertutup.

Setelah Mostefai tewas usai menjelankan aksinya, anggota parlemen George mengatakan bahwa masih ada potensi serangan bom bunuh diri. Menurut dia saat ini ada sekitar 4.000 orang di Paris yang berpotensi melakukan aksi seperti Mostefai.

“Dan apa yang kita lakukan? Apa yang pemerintah lakukan? Tak ada,” kata George. (detik)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>