Published On: Sat, Jan 20th, 2018

Tersangka Setubuhi Anak Dibawah Umur Segera Diadili

Share This
Tags

Berkas Dommy de Queljoe, tersangka kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Jumat (19/1). Pelimpahan berkas tersebut dengan sendirinya dalam waktu dekat kasus ini segera disidangkan.

“Kita sudah menyerahkan berkas tersangka kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur atas nama Dommy de Queljoe ke PN Ambon,” ungkap Kasi Pidum Kejari Ambon, Achmad Atamimi, kepada Siwalima, di Kantor Kejari Ambon.

Ia berharap dengan dilimpahkan berkas tersebut, pihak PN Ambon bisa segera menetapkan jadwal sidang bersama dengan mejelis hakimnya.

Kejari Ambon menahan de Queljoe di Rutan Klas ll A Ambon, Kamis (4/1). Ia ditahan setelah diserahkan oleh penyidik PPA Satuan Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease kepada JPU, Els Leunupun.

Sebelum ditahan, sekitar pukul 13.00 WIT, de Queljoe diperiksa dan menandatangani berita acara penahanan. Ia nampak sendiri tanpa didampingi penasehat hukum. Setelah itu sekitar pukul 16.00 WIT, de Queljoe digiring ke rutan dengan menggunakan mobil tahanan Kejari Ambon.

Untuk diketahui, de Queljoe yang adalah warga Galala Kecamatan Sirimau Kota Ambon ini diserahkan ke JPU setelah berkas yang bersangkutan dinya­-takan lengkap atau P21 oleh JPU.

Ia terpaksa harus menjalani proses hukum guna mempertanggungjawabkan perbuatannya setelah menyetubuhi melati yang masih berusia 16 tahun. Tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur dilakukan pelaku pada Minggu (3/9) pukul 18.00 wit dan Senin (4/9) sekitar pukul 14.00 wit di Galala tepatnya di Kos-kosan milik pelaku.

Hubungan korban dan pelaku diduga sebagai sepasang kekasih. Keduanya berhubungan layaknya suami istri lantaran suka sama suka. Namun karena korban masih di bawah umur sehingga orang tua korban yang berdomisili di seputaran Kayu Putih tidak menerima perlakuan pelaku.

Dalam laporan polisi itu di jelaskan, kejadian ini berawal ketika korban melati (16)  pada minggu pukul 17.00 wit , meminta ijin keluar  rumah bersama kakak sepupunya hingga malam hari dan tidak kunjung pulang rumah.

Keesokan harinya Senin (4/9), orang tua korban berusaha mencari dan meminta bantuan keluarganya yang anggota untuk mencari tahu dimana korban berada. Setelah mencari-cari namun tidak menemukan korban. Orang tua korban kemudian men­-dapat informasi dari salah satu anggota brimob yang masih hu­-bungan keluarga bahwa korban berada di seputaran Desa Galala.

Mendapat informasi itu, orang tua korban langsung menuju ke Desa Galala dan mencari tahu keberadaan korban. Ketika di Galala, orang tua korban kemudian mengecek di warga sekitar dan ternyata benar korban berada di kost-kostan pelaku.

Atas petunjuk warga, orang tua korban langsung menuju ke kost-kostan milik pelaku dan ternyata benar korban berada di Kost-kostan tersebut. Ketika di interogasi orang tuanya, korban mengaku telah disetubuhi pelaku sebanyak dua kali.  (Siwalima)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>