Published On: Thu, Feb 8th, 2018

Tiduri Dua Anak Tirinya, Lelaki Ini Divonis 15 Tahun Penjara

Share This
Tags

Gara-gara meniduri dua anak tirinya berulangkali, Kepala Dusun Wamsait, Desa Dava, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, Moham­mad Lesbata divonis 15 tahun penjara, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Rabu (7/2).

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim diketuai, Pasti Tarigan didampingi hakim anggota, Jenny Tulak dan Sofian Parerungan itu sama dengan tuntutan JPU Kejari Buru, Sudarmono.

Majelis hakim dalam amar putusannya menyatakan, terdak­wa terbukti secara sah dan me­yakinkan melakukan tindak pi­dana persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Perbuatan terdakwa melanggar pasal 81 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Usai mendengarkan putusan majelis hakim itu, terdakwa melalui PH, Djidon Batmamolin menyatakan pikir-pikir.

Sebelumnya JPU Kejari Buru, Sudarmono dalam dakwaannya mengatakan, terdakwa meniduri dua anak tirinya yaitu, DW (21) tahun dan adiknya, YS, pelajar salah satu SMA. Perbuatan bejat yang dilakukan lelaki 43 tahun ini terhadap kedua anak tirinya itu sudah berlangsung bertahun-tahun.

Kasus ini sempat terbungkus rapat. Namun korban YS yang sudah tak tahan menjadi budak nafsu ayah tirinya itu, membeberkan peristiwa memalukan itu kepada kakaknya dan suaminya, setelah korban kembali diperkosa pelaku pada tanggal 25 Juli 2017 lalu.

Tak hanya YS, DW juga buka mu­lut. Ia mengaku sudah diperkosa ayah tiri mereka dari tahun 2007 saat korban masih duduk di bangku sekolah dasar.

Atas pengakuan tersebut, kakak korban kemudian melaporkan Lesbasa ke polisi. Keduanya membongkar perbuatan bejat ayah tiri mereka. Mulai dari pemerkosaan yang menimpa DW di tahun 2007 lalu. Ia sudah lupa tanggal dan bulannya, namun korban mengaku diperkosa di pagi dini hari, saat ia sedang tertidur di kamar bersama adiknya YS.

Korban sempat terjaga dan hen­dak melawan. Namun mulutnya dibekap terdakwa dan dipegang erat-erat lalu diperkosa disamping YS yang tertidur lelap.

Pemerkosaan berulang menimpa DW sampai tahun 2009 di kamar tidur yang ditempati kedua kakak-adik ini, dan selalu dilakukan tengah malam tanpa sepengetahuan YS dan penghuni rumah lainnya.

Merasa perbuatannya selama ini aman-aman saja, di tahun 2016 lalu, giliran ayah tiri bejat ini memangsa YS, saat bocah yang kini telah berusia 17 tahun itu masih duduk di bangku kelas 3 SMP. Korban YS mengaku pertama kali diperkosa, pada bulan April Tahun 2016. Korban dibawa terdak­wa ke salah satu rumah kosong yang tak jauh dari rumah mereka.

Di sana, dengan paksa terdakwa mempreteli pakaian anak tirinya dan sempat mendapat perlawanan. Tapi dengan kekerasan, ia akhirnya dapat menundukan YS. Setelah peristiwa pertama ini, terdakwa bebas melam­piaskan nafsu bejatnya terhadap YS saat rumah dalam keadaan sepi.

Namun sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Perbuatan bejat terdakwa kemudian terbongkar. (S-16)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>