Published On: Fri, Dec 11th, 2015

Tolak Pencopotan Chuck – Pegawai Kejati Maluku Demo Jaksa Agung

Share This
Tags

LOGO_KEJAKSAAN1-copyRatusan pegawai Kejati Maluku melakukan aksi demo, Kamis (10/12) me­nolak pencopotan Chuck Suryosumpeno dari jabatannya selaku Kajati Maluku.

Mereka meminta Jak-sa Agung, HM Pra-setyo membatalkan SK pencopotan mantan Kepala Pusat Pemeliharaan Aset Kejagung itu.

Pantauan Siwalima, aksi yang dilakukan sekitar pukul 09.40 WIT itu, sontak membuat aktivitas kerja di Kantor Kejati Maluku terhenti. Mereka membawa sejumlah pamflet yang bertuliskan diantaranya ‘RIP Kajati Maluku”, Kami menolak penco­po­tan Chuck Suryosumpeno dari ja­batannya sebagai Kajati Ma­luku,” Kembalikan Chuck Suryo­sum­peno sebagai Kajati Maluku’.

“Kami seluruh pegawai Kejati Maluku menolak SK Jaksa Agung yang mencopot Kajati Maluku,” teriak salah satu pegawai.

Pegawai lainnya mengatakan, demo yang dilakukan mereka secara spontan menolak SK Jaksa Agung yang mencopot Chuck Suryosum­peno. “Demo itu memang kami lakukan secara spontan atas kepu­tusan Jaksa Agung yang mencopot Chuck dari jabatannya sebagai Kajati Maluku,” ujarnya.

Menurut dia, di bawah kepe­mimpinan Chuck, Kejati Maluku menjadi lebih baik. Karena itu, SK Jaksa Agung perlu dipertanyakan.

“Kejati Maluku dibawah pimpinan Chuck menjadi lebih baik diban­dingkan dengan kepemimpinan Kajati sebelumnya sehingga kami minta agar Jaksa Agung jangan mencopotnya,” tandasnya.

Aksi demo yang dilakukan di dalam kantor tersebut, mengagetkan para petinggi Kejati Maluku yang sementara menggelar rapat di ruang kerja Asinstel Kejati Maluku, Joko Pandam, yang dipimpin Wakajati Manumpak Pane, dan dihadiri oleh para asisten dan KTU.

Rapat pimpinan Korps Adhyaksa tersebut mendadak bubar. Seluruh pegawai kemudian diarahkan ke aula. Kepada mereka Wakajati Ma­luku, Manumpak Pane, mengaku, dirinya juga tidak mengetahui pen­copotan Chuck., karena itu adalah kewenangan Jaksa Agung.

“Kita juga tidak tahu soal pencopotan itu, karena kewenangan mutasi ada di Kejagung,” ujarnya.

Pane meminta agar seluruh pega­wai bisa bekerja sesuai dengan tu­poksinya. “Saya minta semua pega­wai bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing,” katanya.

Usai mendengar penjelasan dan arahan Wakajati, mereka membu­barkan diri dan kembali bekerja.

Chuck sendiri tak terlihat di ruang kerjanya. Bahkan barang-barang milik pribadinya sudah diangkat. “Pagi-pagi beliau sudah berangkat ke Jakarta, barang-barangnya juga sudah ko­song,” ujar salah satu pegawai.

Kewenangan Jaksa Agung

Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Bobby Palapia juga mene­gaskan, pencopotan Chuck Suryo­sumpeno merupakan kewenangan Jaksa Agung. “Itu kewenangan Jaksa Agung dan kita juga tak mengetahui soal mutasi maupun pencopotan jabatan tersebut,” ujar Palapia, kepada wartawan, di ruang kerjanya, Kamis (10/12).

Palapia membantah, kalau pen­copotan Chuck berkaitan dengan penanganan kasus dugaan mark up pembelian gedung dan lahan di Jl. Raya Darmo No. 51 bagi pembukaan kantor cabang Bank Maluku dan Malut tahun 2014 senilai Rp 54 milyar, yang terkesan berjalan di tempat.

“Itu tidak benar, justru ia ditu­duhkan dan diduga melatarbelakangi pencopotan Chuck, diantaranya berkaitan dengan posisinya saat menjabat Ketua Satgassus Penyele­saian Barang Rampasan dan Barang Sita Eksekusi,” jelasnya.

Palapia juga mengatakan,  kasus-kasus dugaan korupsi yang semen­tara diusut akan dituntaskan. “Pro­ses penyelidikan dan penyidikan masih berjalan, tim penyidik pun serius dan punya komitmen untuk menuntaskannya,” ujarnya.

Jaksa Agung, HM Prasetyo men­copot Chuck Suryosumpeno dari jabatannya sebagai Kajati Maluku. Ia digantikan oleh Jan Samuel Maringka yang kini menjabat Kepala Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri Kejagung.

Jan Samuel Maringka diangkat sebagai Kajati Maluku berdasarkan SK  Jaksa Agung NOMOR: KEP-196/A/JA/12/2015 tertanggal 8 Desember 2015.

Masa jabatan Chuck hanya se­umur jagung. Ia diangkat sebagai Kajati Maluku sejak 10 Februari 2015, menggantikan I Gede Sudiat­maja berdasarkan SK Jaksa Agung NOMOR: KEP-023/A/JA/02/2015.

Informasi yang diterima Siwa­lima, Chuck sudah dicopot oleh Jaksa Agung sejak 18 November 2015 lalu. Mantan Kepala Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejagung itu, juga mendapatkan hukuman disiplin berupa pembebasan dari jabatan struktural.

Ada sejumlah tuduhan yang diduga melatarbelakangi pencopo­tan Chuck, diantaranya berkaitan dengan posisinya saat menjabat Ke­tua Satgassus Penyelesaian Barang Rampasan dan Barang Sita Ekse­kusi.

Informasi lain berkembang,  kalau ia dicopot terkait kasus dugaan mark up pembelian gedung dan lahan di Jl. Raya Darmo No. 51 bagi pem­bukaan kantor cabang Bank Maluku dan Malut tahun 2014 senilai Rp 54 milyar.  Penanganan kasus ini ber­jalan di tempat.  Ekspos sudah dilaku­kan, tetapi tak ada progress, padahal bukti-bukti dugaan mark up sudah dikantongi.

Keikusertaan Chuck bersama rombongan Gubernur Maluku, Said Assagaff ke Marseille, Prancis, pada 16-20 November 2015 lalu, dalam rangka menghadiri pertemuan bisnis yang diselenggarakan Konsulat Jenderal RI (KJRI) untuk Marseille, memunculkan dugaan, ada upaya untuk “menjinakan” langkah hukum Kejati Maluku membongkar skandal di Bank Maluku Malut.

Kabarnya keberangkatan Chuck ke Prancis membuat Jaksa Agung naik pitam. Sebab, tak ada kaitan per­te­muan bisnis dengan tugas jaksa.

Namun Chuck tak menerima pencopotannya. Ia menggugat SK  Jaksa Agung ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Selatan. Langkah hukum ditempuh, karena Chuck tidak diberikan hak banding dan jawab terhadap pen­copotan dan sanksi disiplin yang dijatuhkan kepadanya.

Tetapi langkah hukum Chuck sia-sia, karena Jaksa Agung telah me­ngangkat Jan Samuel Maringka. Ia didepak tanpa diberi jabatan baru.

Chuck yang dikonfirmasi Siwa­lima, namun telepon selulernya tidak aktif. Sementara Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Bobby Pa­lapia, mengaku, sudah mendapatkan informasi tentang pencopotan Chuck, namun SKnya belum ada.

“Iya benar, ada informasi seperti itu, namun SK-nya belum kita lihat,” ujarnya, melalui telepon selulernya, tadi malam.

Sementara sumber di Kejagung mengatakan, serahterima jabatan (sertijab) akan dilakukan pada besok, Jumat (11/12) di  Gedung Bundar Kejagung. “Sertijab nanti Jumat besok di Kejagung, sudah disiap­kan,” ujar sumber di Kejagung.

Pengganti Chuck, Jan Samuel Maringka namanya kerap terdengar pada perburuan aset koruptor di luar negeri.  Sosok low profile ini dikenal pandai bernegosiasi. Salah satu kasus yang ditangani Jan adalah kasus korupsi bos Bank Harapan Sentosa, Hendra Rahardja. Jan ber­hasil melobi pemerintah Hongkong sehingga asetnya dapat dibekukan.

Saat bertugas sebagai konsul Kejaksaan pada Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong periode 2004-2008, Jan Maringka ber­tanggung jawab atas pemu­langan warga Indonesia yang mela­kukan pelanggaran dengan memberi­kan fasilitas bantuan hukum. Ma­ringka juga pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Kerja Sama Hukum Luar Negeri Kejaksaan Agung RI (2008), Kepala Kejaksaan Negeri Serang (2010) dan Asisten Umum Jaksa Agung RI (2012-2014). (Siwalima)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>