Published On: Tue, Apr 5th, 2016

Beberapa Saat di Tanah Tampa Putus Pusa

Share This
Tags

Kurang lebih 1 – 1,5 jam, adalah durasi waktu tempuh perjalanan yang dibutuhkan dari Riang-Tawiri/Ambon untuk sampai di tanah tampa putus pusa Negeri Sameth. Walau jarak tempuh yang tidak terlalu lama atau dekat, tetapi hampir 4 tahun baru beta kembali ke Negeri yang Beta cinta dan banggakan ini. Banyak teman, rekan dan handai tolan sering bilang Beta adalah orang Haruku. Tapi sebenarnya Beta orang Sameth (Samasuru Resirolo). Walaupun demikian tidak menjadi soal karena Oma Beta ialah orang Haruku dari marga Ferdinandus. Sameth ialah negeri kecil yang berpenduduk kurang lebih 1.000 jiwa dan dikelilingi oleh Negeri Haruku dengan jumlah penduduk diatas dua ribuan jiwa. Layaknya GATIK Galala Hative Kecil dua negeri satu jemaat, begitupula HASA dua negeri tetapi satu jemaat, Jemaat GPM Haruku Sameth (HASA). Adapun marga-marga dan Soa yang menjadi penghuni negeri Sameth antara lain; 1. Soa Raja (Rieuwpassa); 2. Soa Meteng (Tahya, Latupapua); 3. Soa Sahuka (Tutuarima, Rihya, Payer, Amahoru,Mantou, Kakisina dan Matita). Sameth sendiri memiliki makna yaitu “Naik dapa rata”, Beta tidak terlalu menggali dalam makna ini karena waktu kunjungan yang terlalu singkat. Kalau Negeri Haruku (Pelasona Nanuroko) adalah negeri besar dan banyak penghuninya. Marga-marganyapun cukup banyak antara lain; Latuharhary, Mustamu, Ferdinandus, Kisya, Talabessy, Ririmase, Lappy, Kaihatu, Wattimena, […]




Read More: Beberapa Saat di Tanah Tampa Putus Pusa

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>