Published On: Tue, May 3rd, 2016

Demi Transmigrasi, Petuanan Adat Negeri Batlale di Pulau Buru Terancam

Share This
Tags

satumaluku.com- Masyarakat adat Negeri Batlale, kecamatan Air Buaya, kabupaten Pulau Buru terancam kehilangan petuanan adat karena dirampas untuk kepentingan program transmigrasi. “Petuanan adat dan pemukiman masyarakat warga Negeri Batlale direncanakan akan digusur oleh Pemkab Pulau Buru dijadikan pemukiman transmigrasi,” kata kuasa hukum masyarakat adat Batlale, Hendrik Lusikoy, di Ambon, Senin (2/5/2016), dilansir Antara Ambon. Hendrik yang juga Sekretaris Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Ambon mengatakan, petuanan adat yang merupakan peninggalan leluhur warga Batlale dirampas Dinas Transmigrasi Pemkab Buru dengan alasan status tanahnya telah dilepaskan sejak 2005. “Padahal tanah yang dilepskan untuk Dinas Transmigrasi Buru pada 2005 adalah milik Marga Fua yang letaknya bersebelahan dengan petuanan adat warga Batlale,” kata Hendrik. Dia mengatakan, pada tahun 2005 Marga Fua yang merupakan salah satu mata rumah di Kecamatan Air Buaya melepaskan tanah mereka kepada Dinas Transmigrasi Kabupaten Buru untuk dijadikan lokasi pengembangan transmigrasi di wilayah tersebut. Pelepasan lahan Marga Fua tersebut sesuai dengan berita acara yang ditanda tangani oleh Salim Fua sebagai wakil Marga dengan Kepala Dinas Transmigrasi Buru, Mardi Rahyanto. Anehnya, lahan yang dihibahkan Marga Fua tersebut tidak digunakan untuk pemukiman transmigrasi, tetapi malah petuanan adat warga Batlale yang hendak digusur. “Saat ini Pemkab Buru telah memerintahkan warga Batlale mengosongkan lokasi petuanan adat […]

Read More: Demi Transmigrasi, Petuanan Adat Negeri Batlale di Pulau Buru Terancam

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>