Published On: Wed, Apr 13th, 2016

Harga Bawang Melonjak, Cerminan Pemda di Maluku Gagal Sejahterakan Rakyat

Share This
Tags

OLEH: JULIUS R. LATUMAERISSA Dosen Fakultas Ekonomi Unitomo Surabaya Bidang Perencanaan Daerah Dan Keuangan Daerah Kenaikan harga bawang di Ambon bukan suatu hal yang baru tetapi peristiwa ekonomi yang sering berulang-ulang. Sehingga fenomena ekonomi ini selalu menjadi masalah bagi rakyat dalam memenuhi kebutuhannya. DAMPAK KETERGANTUNGAN KE DAERAH LAIN Kenaikan harga bahan makan di Ambon, (Bawang, Cabe, Sayur-mayur, Telor, Daging Ayam, Daging Sapi, Ikan) seharusnya dapat dikenadalikan oleh Pemda Maluku, dan Pemkot Ambon. Persoalan ini selalu berulang tetapi mengapa tidak ada suatu langkah terobosan cepat yang diambil oleh penguasa. Disini saya berkesimpulan sementara bahwa pemda GAGAL menangkap aspirasi dan persoalan kerakyatan. Pemda harus melihat hal ini TIDAK HANYA sebagi suatu peristiwa atau siklus ekonomi yang berotasi setiap waktu, tetapi harus melihat sebagai suatu persoalan serius yang dicari solusinya. Saya melihat akar persoalan ini terletak pada KETERBATASAN PASOKAN kebutuhan ke pasar, sehingga menimbulkan sisi penawaran lebih kecil dari sisi permintaan. Hukum permintaan bersifat DATUM, tetapi pemda Maluku harus mampu menyikapi dengan kebijakan pembangunan yang tepat dan cepat. Namun itu bukan sampai disitu. KETERBATASAN PASOKAN ini adalah akibat dari RENDAHNYA kapasitas produksi pertanian pangan di berbagai daerah di Maluku, sehingga untuk memenuhi hal itu maka pasokan terbesar diimpor dari luar Maluku (Surabaya, makasar, […]

Read More: Harga Bawang Melonjak, Cerminan Pemda di Maluku Gagal Sejahterakan Rakyat

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>