Published On: Tue, Jul 19th, 2016

JAZIRAH Menanti PERUBAHAN

Share This
Tags

Keterbelakangan dan ketertinggalan di tengah kebebasan pembangunan daerah yang diserahkan sepenuhnya kepada daerah masing–masing. Tetapi yang terjadi adalah marjinalisasi, ketidakadilan dalam pembangunan, kebijakan yang diskiriminasi, ketidakadilan dalam pembangunan ekonomi masyarakat. Dengan kondisi kekinian lapangan pekerjaan semakin sempit karena Bupati yang tidak mempunyai Political Will. Padahal setiap tahun seluruh Universitas Negeri maupun Swasta melahirkan sarjana – sarjana muda. Jka Kabupaten Maluku Tengah dijadikan sebagai ladang pencarian pekerjaan maka itu tidak mungkin, karena Menteri Peberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi telah mengeluarkan Keputusan Moratorium penerimaan Pegawai Negeri Sipil untuk Kabupaten Maluku Tengah sampai tahun 2027. Pertanyaannya hari ini sarjana muda yang telah dilahirkan oleh Universitas Negeri maupun Swasta mau bekerja dimana? Maka untuk menjawabnya Pembentukan Daerah Otonomi Baru adalah bagian dari solusinya. Untuk menjawab pembentukan Jazirah Leihitu sebagai Daerah Otonomi Baru dan bisa menjawab kebutuhan itu adalah putra-putri terbaik Jazirah Leihitu, maka dalam perhelatan Pilkada Kabupaten Maluku Tengah tahun 2017 tidak ada pilihan lain kecuali putra–putri terbaik Jazirah Leihitu yang memimpin. Dalam kajian GARANZI bahwa Bapak Abdul Aziz Mahulette, SH yang juga merupakan anak adat Jazirah Leihitu masih berpeluang menjadi Calon Bupati pada Pilkada Kabupaten Maluku Tengah, karena dengan adanya beberapa Partai dari tingkat Kabupaten dan Provinsi merekomendasikan ke DPP salah satunya […]

Read More: JAZIRAH Menanti PERUBAHAN

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>