Published On: Thu, Mar 31st, 2016

Negeri Mamala dan Morela “Orang Basudara”

Share This
Tags

satumaluku.com- Warga Negeri Mamala dan Morela, Maluku Tengah, adalah “orang basudara” yang harus hidup rukun dan damai serta saling membantu. Sebab, dari lintasan sejarah, masyarakat Negeri Mamala dan Morela punya keterikatan darah. “Saya mempelajari sejarah, jadi saya tahu orang Mamala dan Morela itu sesungguhnya berasal dari satu ibu,” kata Ketua I Majelis Ulama Indonesia Provinsi Maluku, Abidin Wakano, saat memberi kesan dan pesan pada acara pertemuan para tokoh dua negeri bertetangga tersebut di Ambon, Selasa (29/3/2016), dilaporkan pewarta Rofinus E. Kumpuln dari Kantor Berita Antara. Acara itu digagas Korem 151/Binaiya dalam peringatan hari ulang tahunnya, yang digelar di kawasan Tapal Kuda. Pertemuan itu juga merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan Kodam XVI/Pattimura dalam upaya menciptakan perdamaian abadi antara warga negeri Mamala dan Morela, yang sering kali berbenturan hingga menimbulkan korban harta dan jiwa. Menurut Abidin, di Mamala dan Morela ada budaya seperti “Masohi” yang menunjukkan bahwa keduanya “orang basudara” dan semestinya hidup rukun dan damai dalam kebersamaan. “Dalam budaya orang basudara itu dikenal istilah potong di kuku rasa di jari, ale rasa beta rasa, sagu salempeng dipatah dua. Ini artinya satu orang sakit maka saudaranya juga merasa sakit, bila yang satu susah, yang lain juga merasakannya, bila yang satu berlebih, harus berbagi dengan saudara-saudaranya,” katanya. […]

Read More: Negeri Mamala dan Morela “Orang Basudara”

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>