Published On: Sat, Feb 27th, 2016

Pedagang Tak Mau Kembalikan Recehan, Pemkab MTB Gagas Perda Uang Logam

Share This
Tags

satumaluku.com- Masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) sering dirugikan saat berbelanja di toko dan warung-warung. Sebab, para pedagang tidak menyiapkan kembalian uang logam bernilai Rp100, Rp200, RP500 dan Rp1.000. Yang terjadi saat ini, bila ada kembalian Rp100, Rp200 atau Rp500, pedagang “memaksa” masyarakat membeli lebih agar bisa genap nilainya menjadi ribuan, tanpa perlu lagi mengembalikan uang logam.  Kepala Bagian Pembangunan dan Perekonomian Setda MTB, Agus Songupnuan mencontohkan, warga yang membeli super mie yang harganya Rp2.500/bungkus. Hanya saja tidak ada uang kembalian logam Rp500, maka diharuskan membeli dua bungkus seharga Rp5.000. Tragisnya, kalau mau saja untuk membeli satu bungkus, maka harganya Rp3.000. “Kami berusaha agar tidak terjadi hal–hal yang bisa saja memicu tindak kekerasan maupun mengganggu stabilitas keamanan akibat emosional masyarakat,” tandas Agus dilansir Antara. Atas fakta tersebut, Pemkab MTB memandang perlu membuat Perda penggunan uang logam, menindaklanjuti hasil seminar seminar tentang kemiskinan di Saumlaki pada 2015 dengan langkah awal membuat stiker. “Jadi stiker dipasang di toko-toko bahwa penggunaan uang logam itu diatur dengan UU No.7 tahun 2012. Bila melakukan pelanggaran, maka ancaman hukumannya kurungan satu tahun penjara dan denda 200 juta,” ujarnya. Songupnuan juga menjelaskan Pemkab MTB memprogramkan membuat satu titik jaringan informasi penggunaan uang logam, agar para pengusaha toko atau […]

Read More: Pedagang Tak Mau Kembalikan Recehan, Pemkab MTB Gagas Perda Uang Logam

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>