Published On: Fri, Oct 7th, 2016

Pemkot Ambon Evaluasi Program Kota Inklusif

Share This
Tags

Ambon- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melakukan evaluasi pelaksanaan program kota inklusif, dua tahun setelah deklarasi dan penandatanganan MoU dengan UNESCO pada September 2014. “Setelah ditetapkan sebagai salah satu kota yang melaksanakan kota inklusif ditindaklanjuti dengan evaluasi seluruh program yang telah dilakukan dan berbagi dengan kota lain yang telah menerapkan,” kata Penjabat Wali Kota Ambon, Frans Johanes Papilaya, Kamis. Ia mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendukung program kota inklusif yakni menerapkan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus, serta penyiapan sarana dan prasarana penunjang. Pendidikan inklusif bukan hanya untuk penyandang disabilitas tetapi juga siswa berbakat istimewa, khusus, serta anak yang memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata. “Pemerintah memiliki kewajiban menyediakan sarana dan prasarana serta infrastruktur. Karena itu kami berupaya menyiapkan 20 persen fasilitas untuk kaum disabilitas dan berbakat khusus,” katanya. Menurut dia, sarana dan prasarana kota inklusif mulai diterapkan di Ambon dengan dukungan dari pemerintah pusat, dan telah dilaksanakan sejak tahun 2014. Pihaknya juga telah melakukan pelatihan bagi guru pendamping khusus (GPK) di sekolah formal untuk melayani siswa disabilitas. Guru umum, lanjutnya, tidak mungkin bisa melayani siswa disabilitas. Karena itu akan diadakan pelatihan dan penyiapan buku, dan insentif bagi guru. “Upaya ini telah berjalan sejak tahun 2013, penerapannya dimulai di SMAN […]

Read More: Pemkot Ambon Evaluasi Program Kota Inklusif

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>