Published On: Thu, Mar 10th, 2016

Petisi Masyarakat Adat atas Perusakan Hutan di Seram Utara Maluku Tengah

Share This
Tags

satumaluku.com- Masyarakat Adat Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, mengajukan petisi kepada Presiden Joko Widodo dan Gubernur Maluku Said Assagaf di situs Change.org. Mereka menolak pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Oping dan perusakan hutan secara struktural di Seram Utara. Petisi tersebut saat ini sudah ditandatangani 242 pendukung, dan masih akan terus bertambah jika seluruh masyarakat Maluku peduli dengan nasib masyarakat di Seram Utara. Dalam petisi yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo, Gubernur Maluku, Bupati Maluku Tengah dan Menteri Kehutanan serta lembaga-lembaga politik maupun lembaga eksekutif, dijelaskan bahwa proses pembangunan PLTU telah merusak lingkungan hutan tropis dan mencaplok hak ulayat masyarakat adat tanpa ada penyerahan lahan oleh masyarakat. Penyerobotan ini dinilai sebagai tindakan melawan hukum adat dan hukum positif dalam bangsa Indonesia. Karena itu mereka meminta Presiden Joko Widodo, segera memerintahkan kementrian terkait guna melakukan evaluasi atas perijinan HPH dan mencabut ijin HPH yang sudah tidak sesuai dengan ketentuan dan menghentikan proyek pembangunan PLTU di Oping oleh PT. Wahana Lestari Investama. Pembangunan PLTU juga dinilai tidak melewati mekanisme perundang-undangan yakni Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Karena itu tidak dibenarkan untuk terus dikerjakan, mengingat dampaknya telah terjadi dan dialami oleh masyarakat sekitar lokasi proyek. Jika terus dilaksanakan akan menimbulkan […]

Read More: Petisi Masyarakat Adat atas Perusakan Hutan di Seram Utara Maluku Tengah

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>