Published On: Tue, Apr 12th, 2016

Ritual Adat Lufu Kie Digelar di Tidore

Share This
Tags

satumaluku.com- Ritual adat “Lufu Kie”, Senin (11/4/2016) digelar di Tidore Kepulauan (Tikep), Maluku Utara. Lufu Kie adalah gelar armada perang untuk menakuti Kompeni Belanda yang dicetuskan oleh Sultan Tidore Yang Mulia Sri Paduka Tuan Sultan Syaifuddin “Jou Kota” bergelar “Alkhalifatul Mukarram Saidus – Sakalain Ala Jabalit Tidore” (1657 – 1689). Dikemas dalam bentuk Pelayaran Ritual Ziarah “Jere se Karamat” (makam para Aulia di sekeliling Pulau Tidore), formasi Lufu Kie terdiri atas Kagunga Sultan (perahu Kesultanan Tidore) dengan kawalan Juanga “Hongi Taumoy se Malofo” berarti barisan Juanga atau barisan 12 perahu Kora – Kora pengawal perahu Kagunga Sultan Tidore yang terdiri dari “Sangaji se Gimalaha Taumoy se Malofo”. Yang disebut juga “Rora Polu – polu se Rora Fifiyaro” yaitu Sangaji Laisa, Sangaji Laho, Gimalaha Tuguiha, Gimalaha Tomalu, Gimalaha Mare, Gimalaha Tongowai, Gimalaha Banawa, Gimalaha Dokiri, Gimalaha Gamtohe, Gimalaha Tomanyili, Gimalaha Tahisa, Gimalaha Tomaidi. “Ritual adat Lufu merupakan bagian dari prosesi HUT Kota Tidore yang jatuh pada 13 April 2016,” kata Sultan Tidore, Husein Sjah usai menggelar ritual di Ternate, dilansir antara. Suasana haru terjadi saat rombongan Lufu Kie tiba di depan perairan Dodoku Ali atau searah dengan Kedaton Kesultanan Ternate dan disambut oleh Bobato adat Kesultanan Ternate di atas dermaga Dodoku Ali. […]

Read More: Ritual Adat Lufu Kie Digelar di Tidore

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>