Published On: Sat, Mar 19th, 2016

Ritual Sumpah Adat “Basasi De Masigit Sultan Bacan” Digagalkan

Share This
Tags

satumaluku.com- Ritual sumpah adat “Basasi De Masigit Sultan Bacan” yang dilakukan pihak Kesultanan Bacan, di Masjid Kesultanan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara (Malut), berakhir ricuh, Jumat (18/3/2016). Situasi chaos terjadi lantaran seorang pegawai negeri sipil (PNS) sengaja merampas naskah sumpah yang dibacakan. Akibatnya PNS yang menjabat sebagai Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Malut itu babak belur dihajar massa. Kejadian berawal dari pihak kesultanan hendak menyumpah dua warga sebagai saksi atas dugaan penghinaan terhadap Sultan Bacan Al Haj Abdullrahim Muhammad Gery Ridwan Sjah. Dugaan penghinaan itu dilakukan salah satu calon Bupati Halsel. Sasi Adat tersebut ditempuh oleh lembaga adat Kesultanan Bacan karena yang bersangkutan tidak punya niat baik untuk meminta maaf. Malahan justru mengatakan itu adalah fitnah dan konspirasi yang sengaja dibuat. Saat pembacaan sumpah baru dilakukan, tiba-tiba oknum pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut, Satrani Abusama, merampas naskah yang sementara dibaca itu. Warga yang menyaksikan ritual ada di Masjid Sultan Bacan itu tidak terima dan langsung menghajar dia. Mereka menilai Satrani telah mencampuri urusan hukum adat. Pengeroyokan ini tidak berlangsung lama karena langsung dilerai anggota kepolisian yang sudah disiagakan. Namun, beberapa warga masih berusaha melampiaskan kemarahan mereka karena ikut mencampuri aturan adat. “Sayang tadi cepat diamankan […]

Read More: Ritual Sumpah Adat “Basasi De Masigit Sultan Bacan” Digagalkan

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>