Published On: Sun, Mar 27th, 2016

Sosok Sederhana Itu Memilih Maluku sebagai Tempat Menutup Mata

Share This
Tags

AKTIVIS Pemuda Katolik yang juga seorang jurnalis dan seniman Maluku Rudi Fofid dalam tulisannya Seabad Uskup Sol: Yakis, Maleo, Sopi melukiskan Uskup Emeritus Andreas Sol,MSc adalah sosok teladan. Beliau adalah, sosok sederhana, sangat sederhana. Pendoa yang tekun, pecinta alam, pecinta buku, pecinta sepeda, pecinta anak-anak, penulis yang hebat, perintis pendidikan dan kesehatan, pencair kebekuan dalam dialog agama-agama di Maluku, Beliau juga sangat mencintai tanah Maluku dengan menentang izin HPH di Yamdena, dan terakhir ikut menentang masuknya PT Menara Group di Kepulauan Aru. Pada tahun 1992, atas prakarsa Raja Soya Rene Rehatta, dibangunlah monumen peringatan kunjungan misioner Fransiscus Xaverius ke Ambon. Raja Rehatta berpendapat, meskipun penduduk Negeri Soya saat ini menganut Kristen Protestan, tetapi Xaveriuslah yang berjasa membaptis Raja dan penduduk Soya pada tahun 1546. Raja Soya juga berpendapat, banyak karya Gereja Katolik di Ambon saat ini, diselenggarakan di atas tanah Negeri Soya. Sebab itu, katanya, Umat Katolik dan orang Soya perlu membina hubungan baik. Atas dasar itu, pemuda, pastor, uskup, Ketua Sinode GPM, Raja dan Saniri Negeri Soya, berkumpul dalam perayaan tersebut. Salah satu seremoni yang digelar di pelataran gereja Soya adalah upacara angka pela. Umat Katolik diwakili Paroki Katedral dan Umat Kristen Protestan diwakili Jemaat GPM Soya. Ketua Sinode […]






Read More: Sosok Sederhana Itu Memilih Maluku sebagai Tempat Menutup Mata

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>