Published On: Wed, Sep 7th, 2016

Trayek Pelayaran Perintis Seram Bagian Timur Perlu Dikaji Ulang

Share This
Tags

Ambon- Dinas Perhubungan Maluku dan PT. Pelni diminta melakukan evaluasi dan kajian ulang terhadap trayek pelayaran perintis dari Pelabuhan Ambon menuju Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) yang terlalu banyak pos persinggahannya. “Jalur pelayaran perintis dari Ambon menuju Kabupaten SBT bisa memakan waktu berhari-hari karena banyak pos pelabuhan yang harus disinggahi,” kata anggota komisi C DPRD Maluku, Raad Rumford di Ambon, Rabu. Ia mengungkapkan, kapal perintis yang bertolak dari Pelabuhan Yos Soedarso atau pelabuhan Slamet Riyadi Ambon tujuan Bula, Kabupaten SBT masih harus menyinggahi pelabuhan Kota Tual, Pulau Banda (Maluku Tengah) baru masuk ke SBT. Kemudian untuk kembali ke pelabuhan Ambon, kapal tersebut harus mengikuti jalur pelayaran dari Bula menuju Tual, Banda, Amahai, baru masuk pelabuhan Ambon. Menurut dia, trayek seperti ini sangat memakan waktu bagi penumpang dan tidak efisien. “Penumpang kapal perintis yang berangkat dari Bula lebih dominan menuju Ambon dan sangat jarang di antara mereka yang turun di Kota Tual, Pulau Banda, atau pun pelabuhan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah. Anggota komisi C lainnya, Habiba Pellu juga meminta perhatian Dishub dan PT. Pelni untuk mengoperasikan kapal penumpang yang tonasenya lebih besar, minimal bisa mencapai 2.000 GT. Sebab kondisi laut yang sering tidak bersahabat dengan gelombang laut yang tingginya di atas […]

Read More: Trayek Pelayaran Perintis Seram Bagian Timur Perlu Dikaji Ulang

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>