Published On: Sat, Dec 30th, 2017

UKG Rendah – Akademisi: Pemprov tak Perbanyak Pelatihan

Share This
Tags

Rendahnya nilai Uji Kompetensi Guru di Provinsi Maluku secara na­-sional seharusnya bisa menda­pat­kan perhatian serius dari pemprov.

Setidaknya ada solusi atas kekurangan tersebut, dari pemerintah, sehingga kedepannya, guru-guru Maluku bisa siap dengan ujian yang dilakukan secara nasional

Pemda dituntut untuk bisa menyediakan solusi, terutama IT yang menjadi faktor utama rendahnya nilai UKG. Setidaknya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku juga harus bisa memperbanyak pelatihan IT bagi guru-guru, terutama guru-guru yang berada di Kabupaten agar mereka bisa siap mengikuti UKG.

“Memang UKG yang disediakan oleh pemerintah pusat berbasis online, sehingga memang guru-guru dituntut untuk bisa menguasai IT. Jadi pemprov dalam berbagai upaya, harus bisa memperbanyak pelatihan IT bagi guru-guru di kabupaten, agar mereka tidak kaku lagi saat UKG,” kata Akademisi FKIP Unpatti Noke Kesaulija kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Jumat (29/12).

Menurutnya, sejauh ini, yang sangat terlihat kurang mengusai IT ialah guru-guru yang berada di kabupaten. Pasalnya, di kabupaten masih terbatas dengan penyediaan internet maupun berbagai fasilitas yang terkait dengan IT. “Kalau di Kota Ambon tidak terlalu terlihat, tetapi masih ada di daerah lain, guru-guru yang me­mang terbatas dengan IT, belum lagi ditambah dengan penyediaan fasilitas IT yang kurang. Padahal di saat ini semuanya serba online,” tegasnya.

Pelatihan yang dilakukan atau pun pembinaan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak cukup hanya sekali. “Pelatihan harus diperbanyak. Setidaknya dalam setahun ada beberapa kali pelatihan terkait dengan penguasaan IT,” ujarnya.

Sebelumnya, Nilai rata-rata Uji Kompetensi Guru di Provinsi Maluku hanya menempati peringkat 33 dari 34 provinsi di Indonesia.

Rendahnya pengetahuan atau penguasaan Information Technology oleh para guru peserta uji kompetensi menjadi salah satu penyebab.Rata-rata nilai UKG menempati peringkat dua terbawah dari 34 provinsi di Indonesia.

Sesuai data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2017, Maluku berada di peringkat 33 dari 34 provinsi dengan nilai rata-rata 47,38. Sementara rata-rata nasional 56,69. Maluku hanya berada satu tingkat diatas Maluku Utara yang menempati posisi juru kunci dengan nilai 44,79.

Papua justru berada di 31 dengan nilai 49,09 dan Papua Barat di urutan 30 dengan nilai 49,47. Peringkat pertama ditempati Yogyakarta yang meraih nilai rata-rata 67,02.(Siwalima)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>