Published On: Thu, Feb 8th, 2018

Unggah Mega Gendong Jokowi di Medsos – PDIP Maluku Resmi Lapor Fakaubun ke Polda Maluku

Share This
Tags

DPD PDIP Maluku Rabu (7/2), resmi melaporkan akun facebook milik Hamid Fakaubun ke Polda Maluku. Fakaubun diduga mengunggah foto mantan Presiden ke-4 RI, Megawati Soekarno Putri sedang menggendong Presiden ke-6 RI, Joko Widodo.

Fakaubun dilaporkan atas dugaan penghinaan, pence­maran nama baik dan  keja­ha­tan terhadap penguasaan umum yang dilakukan melalui informasi dan transaksi elek­tronik (ITE).

Tim Hukum DPD PDIP Maluku, Abdul Madjid La­tucon­sina yang didampinggi Jopie S Nasarani, Yacob Waas dan pengurus DPD Robby Tutuhatunewa kepada warta­wan di Ambon, Rabu (7/2) menjelaskan, pihaknya me­rasa apa yang dilakukan oleh pemilik akun Hamid Fakaubun tidak bisa diterima, karena su­dah merendahkan warwa par­tai dan nama besar partai, da­lam hal ini menyebarkan foto tersebut melalui media sosial.

“Jadi kami resmi laporkan akun facebook atas nama Ha­mid Fakaubun itu ke Ditres­krimum Polda Maluku. Lapo­ran kami sudah resmi diterima oleh Kompol Johanes Sahe­tapy di Direktorat Reskrimum Polda Maluku Direskrim Umum Polda Maluku,” kata Latuconsina.

Menurutnya, Megawati Soekarno Putri yang nota­bane Ketua Umum PDI-P man­tan presiden dan Joko Wi­dodo presiden sekarang meru­pakan kader partai sehi­ngga DPD bertugas untuk men­jaganya.

“DPD serius melanjutkan kasus ini sampai ke tingkat paling tinggi supaya membe­rikan efek jera kepada mas­yarakat agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial,” ungkap Latuconsina.

Dikatakan, setelah mene­mukan akun tersebut, bebe­rapa hari lalu pe­ngurus partai langsung mengum­pulkan bukti-bukti dan pada Rabu (7/2) kemarin, diumumkan secara terbuka sikap partai. “Setelah dilapor kita lihat perkem­bangan karena pela­ng­garannya ITE, kita ber­harap pro­sesnya harus ditin­daklanjuti karena dari pusat sudah menegur kepada DPD PDIP Ma­luku,” tegasnya.

Latuconsina mengaku tidak mengetahui kapan Hamid mem­posting foto tersebut ke akun facebooknya. Bahkan foto itu kini sudah dibagikan lagi ke pemilik akun Pablo Refra.

“Kami tidak tahu kapan diunggah, tapi langkah tegas yang kami lakukan adalah memproses kasus ini secara hukum,” tandasnya.

Seperti diketahui, sesuai dengan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE menyebutkan, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan kelompok masyarakat tertentu dapat dipidana­kan atas perbuatannya.(Siwalima)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>