Published On: Fri, Feb 5th, 2016

Uni Sovyet Lebih Demokratis daripada Rusia Kini

Share This
Tags

9a109aed-47fb-45cc-bdad-4c13eb71d7acEra Uni Republik Sosialis Soviet atau Uni Sovyet dinilai lebih demokratis dibandingkan Rusia saat ini. Pemilihan umum saat itu lebih bebas daripada era Putin sekarang.

Penilaian kritis itu disampaikan Mikhail Gorbachev, nota bene mantan presiden Uni Sovyet sekaligus Bapak Perubahan, yang menggulirkan kebijakan Glasnost (Keterbukaan) dan Perestroika (Reformasi) pada pertengahan tahun 80-an abad lalu menuju demokratisasi dan berujung pada bubarnya Uni Sovyet.

Gorbachev nampaknya kecewa arah perubahan Rusia tidak sesuai dengan semangat yang telah dicetuskan. Nepotisme, haus kekuasaan dan korupsi saat ini melekat pada figur penerusnya, Putin. Bekas bos KGB ini menurut Gorbachev mengendalikan negara melalui perkoncoan lama.

“Hemat saya gaya koneksi personal ini tidak dapat diterima,” ujar Gorbachev dalam wawancara dengan Radio Svoboda dikutip detikcom dari Trouw, Jumat 5 Februari 2016.

Menurut Gorbachev, Putin saat ini memusatkan semua kekuasaan ada di tangannya. Hal itu bisa terjadi karena pengalaman pribadi para penyelenggara negara.

“Mereka tumbuh dalam pemerintahan yang tidak demokratis, sekaligus kekuasaan vertikal memainkan peranan besar. Kekuasaan tersebut didasarkan pada ketakutan,” jelas Gorbachev.

Gorbachev menyesalkan apa yang disebutnya “komidi putar” bentukan Putin dan Medvedev, di mana keduanya melakukan perputaran atau tukar-menukar kursi Presiden dan Perdana Menteri.

“Saya malu atas hal itu. Tidak ada dialog demokratis yang bergulir, mereka cuma berdialog dengan diri sendiri. Ini adalah dominasi duo-kekuasaan (Putin-Medvedev). Di mana dong kita, 140 juta yang lainnya?,” demikian Gorbachev.

Catatan detikcom, Mikhail Gorbachev adalah tokoh penerima penghargaan Nobel Perdamaian (1990) dan orang pertama penerima Penghargaan Kebebasan Ronald Reagan (1992).

Sebelumnya, Gorbachev juga telah melancarkan sikap kritisnya ke arah Kremlin. Pada 2011 dia menyeru Putin untuk lengser dan meninggalkan dunia politik. “Dua termin sebagai Presiden dan empat tahun sebagai Perdana Menteri itu sudah lebih dari cukup,” gugat Gorbachev.

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>