Published On: Thu, Apr 7th, 2016

Unpatti dan Politeknik Ambon Dipercaya Siapkan SDM untuk Blok Masela

Share This
Tags

Universitas Pattimura dan Politeknik Negeri Ambon dipercaya dan ditunjuk Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi RI sebagai tempat untuk mendidik calon-calon insinyur dan tenaga kerja terampil dalam pengelolaan kilang migas Blok Masela.

Menristek Dikti Muhammad Nasir mengumumkan kebijakan pemerintah tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/4/2016). Kebijakan ini dibuat menindaklanjuti keinginan Presiden Joko Widodo saat meresmikan Jembatan Merah Putih (JMP) Galala Poka di Ambon, Senin (4/4/2016).

“Karena sumber daya alam ada di daerah, Presiden ingin pihak yang menjadi sejahtera adalah masyarakat Maluku. Jangan sampai masyarakat Maluku yang hanya menjadi penonton,” kata Menristek Dikti Muhammad Nasir kepada wartawan.

Hadir dalam konferensi pers tersebut antara lain Rektor Unpatti, MJ Sapteno, Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Hermanto Dardak, Direktur Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Patdono Suwignjo, dan Direktur Polnam Miegsjeglorie V Putuhena. (baca: Di JMP Galala-Poka, Jokowi Singgung SDM Maluku untuk Blok Masela)

Nasir mengatakan, SDM yang dibutuhkan untuk Blok Masela adalah yang berkompeten dalam bidang teknik perminyakan, teknik mesin, teknik elektro, teknik kimia, teknik industri, teknik fisika dan teknik sipil.

“SDM yang kompeten di bidang sosial juga dibutuhkan seperti ahli hukum, ahli akuntansi. Hanya, penyediaan SDM di bidang engineering yang untuk saat ini masih menjadi problem,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Rektor Unpatti MJ Sapteno mengatakan Unpatti siap mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja untuk Blok Masela. Selama ini, Unpatti telah memiliki sejumlah program studi yang bidang keahliannya bakal terkait. “Beberapa program studi juga telah memulai kegiatan belajar mengajar dengan lulusan pertama akan dihasilkan pada tahun 2017,” ujarnya.

Putuhena menambahkan Politeknik Ambon telah memiliki sejumlah program studi yang keahliannya dibutuhkan untuk Blok Masela. Institusinya, hanya membutuhkan pembangunan sarana seperti laboratorium agar lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi lebih baik lagi untuk mengelola Blok Masela.

“Kami juga akan rapatkan (dengan Unpatti), supaya lulusan yang dihasilkan tidak tumpang tindih (untuk memenuhi kebutuhan di Blok Masela),” ujar Putuhena.

Blok Masela diperkirakan memiliki cadangan migas sebanyak 10,73 triliun. Pembangunannya bisa berlangsung secepatnya-cepatnya selesai pada tahun 2021. Meski demikian, pekerjaan seperti perancangan konstruksi fisik atau detailed engineering design (DED) diperkirakan sudah dimulai pada tahun 2017 atau 2018 mendatang. Cadangan migas Blok Masela bisa bertahan selama 23 hingga 26 tahun. (satumaluku)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>