Published On: Wed, Oct 19th, 2016

Usulan Plt Bupati Malteng & Buru Masih di Meja Mendagri

Share This
Tags

gub-maluku-said-assagaff

Usulan Pelaksana Tugas Bupati Maluku Tengah dan Buru yang telah diajukan Gubernur Maluku Said Assagaff sejak awal Oktober lalu, saat ini masih bera­da di meja Mendagri.

Usulan ini telah disampaikan ke Men­dagri pasca diberla­kukannya Peraturan Menteri Dalam Ne­geri Nomor 74 Tahun 2016 tanggal 22 September 2016.

“Sudah diusulkan, kalau tidak salah se­jak awal oktober, dan masih di proses di Kemendagri,” kata Sekda Maluku Hamin Bin Tahir kepada Siwalima melalui telepon selu­lernya tadi malam.

Sekda optimis sebelum 28 Oktober 2016, Mendagri sudah mengeluarkan keputusan pejabat yang akan menjadi Pelaksana Tugas baik di Malteng maupun di Buru akan ditetapkan oleh Men­dagri.

“Tetap sebelum masa cuti lagi sudah ada siapa yang akan men­jadi Plt-nya,” tegasnya.

Sementara itu, dalam beberapa kali tatap muka saat Rapat Kerja Daerah Pemerintah Provinsi Ma­luku di MBD pekan lalu, berda­sarkan pantauan Siwalima, Guber­nur Ma­luku telah mengisyaratkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan M. Saleh Thio sebagai Pelaksana Tugas Bupati Maluku Tengah.

Bahkan secara tidak sengaja saat rapat kerja berlangsung gu­bernur langsung menyebutkan nama Thio dengan sebutan Pen­jabat Bupati Malteng.

Sebelumnya diberitakan, Juhana Soedradjat dan M Saleh Thio, berpeluang menjadi Pelaksana Tugas di Kabupaten Buru dan Maluku Tengah.

Juhana yang kini menjabat se­bagai Wakil Bupati Buru, diusulkan untuk mengganti Ramly Ibrahim Umasugi, yang  diharuskan me­ng­ambil cuti selama masa kampanye.

Sedangkan untuk Kabupaten Ma­luku Tengah, nama Kepala Di­nas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Saleh Thio, berpeluang mengganti Abua Tuasikal.

Umasugi kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Buru, berpa­sangan dengan Amustofa Besan. Sedangkan di Maluku Tengah, pa­sangan Abua Tuasikal dan Marlatu Leleury, kembali menca­lonkan diri.

Sumber Siwalima di Kantor Gubernur menyebutkan, Gubernur Said Assagaff sudah mengusulkan tiga nama ke Kementerian Dalam Negeri, untuk mengganti Abua Tuasikal.

Selain Thio, dua nama yang diusulkan Assagaff adalah, Kepala Dinas Infokom Roy Hallatu dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Ahdar Sopalatu.

Sumber tadi menyebutkan, peluang Saleh Thio sangat besar dibanding dua nama yang diusul­kan gubernur. Pasalnya, Thio ada­lah seorang pamong yang memi­liki banyak pengalaman. Karir Thio di birokrat, terbilang cemerlang. Se­jumlah jabatan strategis, per­nah diduduki alumnus STPDN ini. Thio bahkan pernah ditunjuk Gubernur Karel Ralahalu, sebagai Caretaker di Buru Selatan, tahun 2010 lalu.

Cuti

Sesuai Peraturan Meteri Dalam Negeri Nomor 74 Tahun 2016 tentang Cuti Diluar Tanggungan Negara, disebutkan bahwa kepala daerah dan wakil kepala daerah yang menjadi pasangan calon, wajib cuti diluar tanggungan ne­gara. Selain itu, calon tersebut juga dilarang menggunakan fasilitas jabatan yang selama ini diberikan negara kepadanya.

Permendagri itu juga menye­butkan, cuti kepada bupati atau wakil bu­pati dan walikota atau wakil wali­kota yang mencalonkan diri di Pilka­da, diberikan oleh gubernur, atas nama Mendagri. Selanjutnya, dise­but­kan bahwa paling terlam­bat cuti tersebut diberikan tujuh hari se­belum penetapan pasangan calon.

Nantinya, untuk mengisi keko­songan jabatan, Mendagri akan me­nunjuk pelaksana tugas, sela­ma masa cuti kampanye, sejak ta­nggal penetapan pada 28 Oktober 2016, hingga 11 Februari 2017.

Selama masa cuti, kepala dae­rah dan wakil kepala daerah dilarang menggunakan fasilitas jabatannya, seperti rumah dinas, kendaraan dinas dan lain-lain. “Kecuali gaji pokok dan tunjangan-tunjangan,” tambah sumber itu.

Tinggalkan Pendopo

Pasca keluarnya SK Mendagri ten­tang Pelaksana Tugas, Bupati Buru, serta Bupati dan Wakil Bupati Malteng, diharuskan meninggal­kan pendopo yang lima tahun didiaminya.

Selanjutnya, Pelaksana Tugas yang dilantik, akan tinggal di pen­dopo dengan segala fasilitas di dalam­nya, sampai dengan tanggal 11 Feb­ruari 2017, seiring dengan berak­hirnya masa cuti. Setelah itu, dipas­tikan, Abua Tuasikal dan Marlatu Leleury, akan kembali memegang jabatan yang ditinggalkan, pada tanggal 12 Februari, atau tiga hari sebelum pencoblosan. “Itu karena jabatan keduanya baru berakhir 8 September 2017,” ujar sumber tadi.

Khusus untuk Kabupaten Buru, masa jabatan bupati dan wakil bupati akan berakhir 2 Februari 2017. Dengan demikian kekosongan jabatan pasca ditinggal Ramly dan Juhana, akan diisi oleh Caretaker, hingga waktu pelantikan. (Siwalima)

 

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>