Published On: Mon, Nov 17th, 2014

Walikota Bakal Copot Kepala UPTD Parkir

Share This
Tags

corruption1-copyWalikota Ambon, Richard Louhenapessy tak kompromi ter­hadap bawahannya yang melakukan per­buatan melawan hukum. Ia bakal mencopot Harman Sahupala dari ja­ba­tannya sebagai Ke­pala UPTD Parkir.

Sahupala telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana retribusi parkir di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon tahun 2013-2014 oleh Kejari Ambon. Namun walikota tetap mengedepankan azas praduga tak ber­salah. Ia akan mencopot Sahupala, setelah kasus ini masuk ke Pengadilan Tipikor.

“Kalau memang dalam perkembangan status tersangka itu sudah dinaikan oleh jaksa menjadi terdakwa maka jabatan yang selama ini diemban oleh Kepala UPTD Parkir akan segera dicopot dan dise­rah­kan kepada orang lain,” tandas walikota kepada Siwa­lima, disela-sela kunjungan pra tes CPNS, Sabtu (15/11), di SMA Negeri 1 Ambon.

Dikatakan, pemkot tetap mengedepankan azas pra­duga tak bersalah, dan meng­hargai proses hukum yang dilakukan oleh Kejari Ambon.

“Pemeritah tidak pernah menakut-nakuti atau meng­intervensi para PNS dalam melaksanakan tugas. Mereka terus dibina agar mereka bisa berapresiasi secara maksimal, dengan catatan bagi mereka yang berbuat salah harus ber­tanggung jawab,” ujar walikota.

Untuk diketahui, status hukum Sahupala dinaikan  dari saksi menjadi tersangka dana retribusi parkir di Dishub Kota Ambon tahun 2013-2014, setelah Kasi Pidsus Kejari Ambon, Marvie de Queljoe melakukan ekspos di ruang kerja Kajari Ambon, H Robert Ilat, Kamis (13/11). Ekspos itu juga dihadiri oleh para kasi di lingkup Kejari Ambon.

Menurut Kajari, saat proses penyelidikan jaksa mene­mukan dugaan korupsi dalam pengelolaan retribusi parkir yang mengarah ke kerugian negara.

“Belasan saksi sudah di­mintai keterangannya dan setelah didalami ditemukan dugaan korupsi dalam penge­lolaan retribusi parkir,” ujar Kajari kepada Siwalima, di ruang kerjanya.

Dikatakan, dengan ditetap­kannya Sahupala sebagai ter­sangka maka penanganan kasus retribusi parkir diting­katkan ke tahap penyidikan.

“Kasus ini juga resmi ditingkatkan ke penyidikan dan tim penyidik akan segera menyusun rendik sehingga akan diketahui siapa-siapa yang nantinya akan diperiksa sebagai saksi,” ujar Kajari.

Bau korupsi di Dishub yang kala itu dipimpin oleh Anggronoto Ura itu, dilapor­kan salah satu LSM kepada Ke­jari Ambon pada perte­ngahan Oktober 2014 lalu.

Dugaan penyelewenangan dana retribusi parkir  di Kota Ambon sebelumnya telah diaudit oleh Inspektorat, dan ditemukan dana yang tidak dapat dipertanggung­jawab­kan senilai Rp. 400 juta lebih.

Ungkap Tersangka Lain

Anggota Komisi III DPRD Kota Ambon, Riduan Hasan memberikan apresiasi kepada Kejari Ambon yang telah me­ngusut kasus dugaan korupsi dana retribusi parkir di Dishub.

Hasan meminta jaksa untuk mengungkap tersangka lain. Ia yakin bukan hanya Kepala UPTD Parkir, Harman Sahu­pala saja yang terlibat.

“Saya kira bukan Kepala UPTD saja sebagai tersangka, tapi saya yakin pasti ada tersangka lain. Untuk itu Kejari Ambon harus bisa mengungkapkan tersangka lain,” ungkap Hasan kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, Sabtu (15/11).

Jika penyidikan terus dikembangkan, Hasan yakin tersangka lain akan terung­kap. “Saya yakin pasti ada orang lain juga yang terlibat dalam kasus ini,” ujarnya.

Ia berharap kasus retribusi parkir ini segera dituntaskan, dan dilimpahkan ke peng­adilan. (S5)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>