Published On: Tue, Jan 30th, 2018

Wisuda Unidar Tulehu Tetap Sah

Share This
Tags

Statement yang disampaikan Rektor Unidar di Wara, Riad Uluputty menuai kritikan. Salah satu pimpinan Universitas Daru­salam yang berlokasi di Tulehu, menegaskan 454 wisudawan yang diwisudakan pada Desember 2017 lalu, tetap sah.

Walaupun tidak ingin menye­butkan namanya, salah satu pimpinan Unidar Tulehu tersebut mengatakan, data wisudawan secara manual telah diterima oleh pihak Kopertis Wilayah XII dan Kemenristek Dikti.

“Toh wisuda juga jalan, tanpa ada PDPT dan data wisudawan se­cara manual diterima oleh pihak Ko­pertis dan Dikti, itu artinya wisu­da kita legal karena itu Pak Ulu­putty harus hati-hati menge­luar­kan statement,” tegasnya kepada Siwalima,di Ambon Senin (29/1).

Ia mengingatkan dunia kerja tidak mempersoalkan mahasiswa yang namanya ada PDPT atau tidak. “Selama persoalan masih diranah hukum maka harus status quo dan ini putusan pengadilan, dan yang berikut putusan kasasi MA menyatakan Yayasan Pendi­dikan Darussalam Maluku adalah peralihan dari yayasan sebe­lumnya yaitu Yayasan Darussalam bukan YDM. Dan permintaan eksekusi YDM terhadap aset-aset YPDM dan atau Unidar ditolak pengadilan karena ada kerancuan bahwa harus menyerahkan aset kepada YDM dalam lanjutan putusan kasasi MA itu,” jelasnya.

Ditegaskan, mulai dari Peng­adilan Negeri sampai Pengadilan Tinggi bahkan MA menyatakan, selama masalah masih di ranah hukum, maka sikon status quo seperti sebelumnya tidak ada masalah.

“Itu artinya, tidak boleh membuat gerakan atau aksi apapun, tapi nyatanya di Wara melakukan langkah yang dilarang rektor dengan menggunakan rektor tandingan. Operasional akdemik Wara selama ini, cuma pada SK 491, padahal SK itu sudah diminta secara resmi dicabut oleh ombudsman yang menyatakan ada mall administrasi dalam penetapannya dan Komnas HAM juga menyatakan, ada pelanggaran hak azasi manusia dalam bidang pendidikan di dalamnya, sehingga kedua lembaga negara ini meminta SK 491 dicabut,” tambahnya.

Dengan demikian ia menegaskan, wisuda Unidar yang berlokasi di Tulehu tetaplah sah, dan tidak benar adanya seperti yang disampaikan oleh Rektor Unidar di Wara. Sebelumnya, Rektor Univeritas Darussalam M. Riadh Uluputty menegaskan sesuai dengan pengu­muman Direktur Kelembagaan Perguruan Tinggi Kemenristekdikti Nomor 4572C/5/2017 tertanggal 24 Juli 2017, telah terjadi perubahan Badan Penyelenggara Universitas Darussalam Ambon.

Perubahan ini membuktikan keabsahan Kampus Unidar Ambon yang ada di Wara bukan di Tulehu. Olehnya Uluputty me­min­ta agar masyarakat bisa cermat de­ngan men­daftarkan diri dan beraktivitas di Kam­pus Unidar yang sah kampus Wara Ambon. “Ini penting agar tidak terjadi ke­re­sa­han bagi orang tua, dan kerugian yang akan ditimbulkan dikemudian hari tentu­nya,” kata Uluputty kepada Siwalima me­la­lui telepon selulernya, Minggu (21/1).

Ia menegaskan, beberapa waktu lalu, banyak keluhan yang dirinya terima dari orang tua yang anak-anaknya berproses di Kampus Unidar Tulehu. Bukan hanya orang tua, namun juga masyarakat yang berada disekitar kampus resah dengan adanya aktivitas di Kampus Tulehu tersebut. “Banyak laporan ke saya baik itu dari orang tua maupun dari masyarakat tentang keberadaan kampus di Tulehu dan juga wisuda pada tanggal 16 Desember 2017,” katanya.

Atas dasar laporan tersebut, dirinya langsung menggelar rapat senat, dimana rapat senat tersebut guna membicarakan permasalahan yang dilaporakan atau yang diterima pihak kampus Unidari di Wara. “Kami juga tegaskan kalau pelaksanaan wisuda yang digelar di Unidar Tulehu pada 16 Desember 2017 tahun lalu, diikuti oleh 454 wisudawan merupakan wisuda ilegal,” tegasnya.

Ia juga menyarankan bagi mahasiswa yang ingin aktif kembali akan diberikan Nomor Pokok Mahasiswa (NPM) baru dan nilainya akan dikonversi sesuai aturan yang berlaku. Hal ini penting kata Uluputty, mengingat  mahasiswa yang tercatat di Kampus Tulehu namanya tidak tercatat di Dikti. (Siwalima)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>